Lho kok bisa ya? Itulah kira-kira pertanyaan yang muncul dibenak kita ketika membaca headline di atas. Gimana ceritanya tuh, yuk mari kita ikuti pembahasan berikut

Ternyata di dalam tumbuhan terdapat senyawa-senyawa kimia yang berasal dari batang, akar, daun, rizoma, dan bunga memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai alelopati. Alelopati? Apa itu? alelopati pada tumbuhan dapat berupa penghambatan pada pembelahan sel, menghambat pertumbuhan, menghambat aktifitas fotosintesis, menghambat proses respirasi, menghambat sintesis protein dan menghambat penyerapan hara (Rohman, 2001). Dengan kata lain alelopati adalah pelepasan suatu unsur ke dalam lingkungan dari satu tumbuhan yang menghalangi pertumbuhan atau perkecambahan dari tumbuhan pesaing potensial ataupun tumbuhan yang sama (dictionary M. encarta, 2007).

Pernah tahu atau mendengar tentang daun wedusan? wedusan yang nama latinnya Ageratum conyzoides L  merupakan tumbuhan semusim yang tumbuh tegak tetapi pada bagian bawah berbaring, mempunyai tinggi sekitar 10-20 cm dan bercabang. Batangnya bulat, berambut jarang, jika menyentuh tanah akan keluar akar. Tumbuhan ini memilliki kandungan senyawa kimia  antara lain saponin, flavonoid, polifenol, HCN dan minyak atsiri (Novizan, 2002). Senyawa-senyawa tersebut merupakan senyawa metabolit sekunder yang merupakan senyawa kimia yang terbentuk dalam tanaman.

Berdasarkan hasil dari analisis data pertumbuhan tinggi batang dan jumlah daun dari kacang hijau (Phaseolus radiatus) dengan empat taraf perlakuan konsentrasi (0%, 25%, 50% dan 75%) didapatkan F hitung yang lebih besar daripada F tabel yang mengandung arti bahwa pemberian ekstrak wedusan (Ageratum conyzoides L.)  memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan tinggi batang dan jumlah daun dari kacang hijau (Phaseolus radiatus).

Dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak wedusan (Ageratum conyzoides L.) dapat menghambat pertumbuhan tinggi batang dan jumlah daun dari kacang hijau (Phaseolus radiatus). Terhambatnya pertumbuhan tersebut disebabkan karena pada wedusan (Ageratum conyzoides L.) memiliki senyawa-senyawa alelokimia yakni saponin, flavonoid, polifenol, dan HCN. Senyawa tersebut dapat menghambat pembelahan sel. Proses tersebut diawali oleh terjadinya kekacauan struktur membran atau disebabkan pula oleh hilangnya fungsi ATP-ase. Bila fungsi tersebut terganggu maka akan memberikan dampak pada proses sintesis protein, pembukaan stomata dan beberapa aktivitas fitohormon.

Nah itu tadi sedikit penjelasan tentang alelopati, hal ini dapat kita gunakan sebagai awal untuk membuat penelitian lain, semisal ekstrak daun yang kita anggap tidak berguna tapi mampu mengendalikan pertumbuhan rumput liar di sekitar rumah kita. Wow, pasti kita bakal untung tuh, lho kenapa? Soalnya kita tidak akan memakai herbisida yang selain harganya yang cukup mahal juga efek sampingnya yang buruk untuk kesehatan. Apabila kita berhasil mengembangkan penelitian serupa di atas, selain sifatnya yang alami serta tidak beracun kita akan mampu berkontribusi positif dalam permasalahan lingkungan.

About these ads

About JavAurora

Aku bagai berjalan di atas air, beriak tapi tak berbekas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s