Ha ha,..sengaja pengen menuliskan judul di atas untuk mewakili tulisan saya kali ini. Dalam memandang filsafat kita mungkin akan berpikir untuk apa sich kok ada gini-ginian segala, terus apa hubungannya dengan pendidikan kita?,
Dan…………..ternyata filsafat ini memegang peranan yang penting dalam melatari pemilihan model pendidikan yang akan digunakan. Ini nih korelasinya.

Filsafat Idealisme, filsafat ini memiliki ciri karakteristik: Bahwa untuk mengetahui/proses kognitif merupakan proses mengingat kembali ide-ide yang ada secara laten dalam pikiran. Pengetahuan adalah sebuah proses mental/psikologis yang bersifat subyektif sehingga pendidikan harus mampu membantu siswa menemukan kebenaran, keindahan dan kehidupan yang luhur.
Sehingga dalam realisasinya pendidikan yang diajarkan didalam pendidikan: Bahasa Indonesia, Matematika, Kimia, Biologi, dan Fisika (MIPA).
Dan, bagaimana cara mengajarkan: dengan menggunakan metode pendidikan yang berupaya merangsang atau membawa ide-ide laten pada kesadaran siswa, dengan mengajukan pertanyaan yang mengarah pada pokok-pokok bahasan (pada suatu materi pelajaran), membentuk konsep dengan cara menunjukkan obyek.
Terus bagaimana soal Hubungan guru dan murid: Guru berupaya membangun konsep pada murid yang memiliki hubungan dengan suatu obyek dalam realitas dan murid berupaya sedapat mungkin menangkap konsep tersebut dan mengajukan beberapa pertanyaan untuk didiskusikan bersama.
Nah, Kurikulumnya menggunakan dengan: menyusun metode pengajaran yang didasarkan pada rumusan abstraksi-sensasi, mengembangkan serangkaian demonstrasi kelas untuk dilakukan oleh siswa guna menjelaskan suatu fenomena.

Esensialisme dan pendidikan;
Ciri karakteristik: Menurut pandangan ini pendidikan selayaknya mencakup pelajaran tentang keterampilan seni dan sains dasar yang berguna dimasa lampau dan mungkin berguna dimasa datang. Esensialisme menerapkan prinsip idealisme dan realisme secara eklektis, filsafat ini berpendapat bahwa alam semesta dan isinya diatur oleh hukum yang mencakup semuanya sehingga tugas manusia hanya memahami agar bisa menghargai dan menyesuaikan diri dengan tatanan tersebut.
Yang diajarkan didalam pendidikan: yang perlu untuk diajarkan menurut pandangan ini adalah Sejarah, Matematika, Sains, Bahasa dan Sastra.
Cara mengajarkan: dengan mengajarkan tanggungjawab, disiplin dan kepatuhan kepada siswa melalui latihan yang sistematis dalam pelajaran tertentu seperti membaca, menulis, berhitung dan sejarah yang mengharuskan adanya penguasaan atas mata pelajaran tertentu.
Hubungan guru dan murid: pandangan ini mengharuskan adanya upaya yang sinergik antara guru dan murid. Guru yang matang, terdidik, dan menguasai mata pelajaran menstransmisikan ilmunya sedangkan untuk penguasaan keterampilan dan mata pelajaran memerlukan upaya dan ketekunan dari peserta didik.
Kurikulum: kurikulum dasar menekankan alat keterampilan dasar agar anak menjadi melek huruf, kurikulum lanjutan meliputi Sejarah, Matematika, Sains, Sastra dan Bahasa.

Rekonstruksionisme dan pendidikan;
Ciri karakteristik: Bahwa pendidikan seharusnya memperkenalkan kebijakan dan program reformasi masyarakat. Melalui filsafat rekonstruksi sosial ini masyarakat dijadikan sumber dan juga dijadikan objek dalam belajar. Masalah-masalah yang berkembang dalam masyarakat, kebutuhan masyarakat, dan keunggulan masyarakat dapat dijadikan materi pelajaran.
Yang diajarkan didalam pendidikan: yang hendaknya diajarkan menurut teori ini adalah pengertian kritis dalam menguji warisan budaya, komitmen untuk melakukan reformasi sosial yang cermat, sikap berencana yang merupakan kemampuan merencanakan jalannya revisi budaya, dan pengujian rencana budaya dengan membuat program reformasi sosial yang seksama.
Cara mengajarkan: mengajarkan siswa agar mampu mendeteksi kebiasaan, keyakinan dan nilai-nilai yang berpotensi mengganggu rekonstruksi sosial.
Hubungan guru dan murid: guru membimbing siswanya dalam program rekayasa sosial dan reformasi, dan siswa terlibat aktif dalam program tersebut.
Kurikulum: kurikulum ditekankan pada pengembangan kebiasaan, watak dan loyalitas demokratis, perolehan pengetahuan dan wawasan partisipasi inteligen dalam masyarakat demokratis.

Progesivisme dan pendidikan;
Ciri karakteristik: bahwa manusia mampu memperbaiki dan menyempurnakan lingkungannya dengan menerapkan intelegensi manusia dan metode ilmiah untuk memecahkan masalah-masalah sosial, politik dan ekonomi.
Yang diajarkan didalam pendidikan: perhatian khusus yang yang diberikan pada aktivitas kreatif yang mencakup: menari, membuat sketsa, menggambar, menyanyi, mengayam, dan aktivitas ekspresif lain. Pengajaran formal dalam membaca, menulis, dan berhitung dilaksanakan sampai anak-anak usia sepuluh tahun.
Cara mengajarkan: Cara pengajaran umumnya adalah dengan metode diskusi bebas.
Hubungan guru dan murid: guru yang membimbing siswanya lebih merupakan seorang sutradara aktifitas riset daripada sebagai seorang yang menguasai tugas (task-master), terdapat kerjasama antara guru, murid dan orang tua murid untuk mempertemukan kebutuhan murid demi pertumbuhan dan perkembangannya.
Kurikulum: mendorong perkembangan alami anak dan pertumbuhan melalui aktivitas yang menanamkan inisiatif, kreatifitas dan ekspresi diri, seluruh pelajaran dibimbing oleh siswa sendiri yang distimulasi oleh kontak dengan dunia nyata. Prestasi siswa diukur berdasarkan perkembangan mental, fisik, moral dan sosial.

About these ads

About JavAurora

Aku bagai berjalan di atas air, beriak tapi tak berbekas

One response »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s