Kenapa harus mengangkat tema tentang sungai sich?, sebagaimana kita ketahui bersama bahwa peradaban manusia sangat dipengaruhi oleh keberadaan factor abiotik yang satu ini. Fakta sejarah banyak mengungkapkan bagaimana peradaban manusia banyak perkembang di daerah yang dekat dengan sungai, manfaatnya tak terhitung lagi bagi manusia. Nah, sekarang kita akan coba mengenal lebih dekat sungai Brantas.

Sebelum ke sungai Brantas, ada baiknya kita berkenalan dulu dengan terminology sungai, Menurut Hawkes dalam Mahanal (1998) dijelaskan bahwa sungai merupakan kesatuan ekosistem yang bersifat terbuka, sehingga mudah mendapatkan pengaruh dari luar. Pengaruh tersebut dapat berupa tumbuh-tumbuhan yang terdapat pada tepi sungai ataupun aktivitas manusia yang tinggal di sekitar daerah aliran sungai.

Sungai Brantas adalah sebuah sungai di Jawa timur. Sungai ini merupakan yang terpanjang kedua di pulau jawa setelah Sungai Bengawan solo, dengan panjang  320 km dengan daerah aliran seluas 12.000 km2, atau lebih kurang seperempat luas wilayah propinsi Jawa Timur. Sungai Brantas bermata air di Desa Sumber Brantas (Kota Batu), lalu mengalir ke Malang, Blitar, Tulungagung, Kediri, Jombang, dan Mojokerto. Di Kabupaten Mojokerto sungai ini bercabang dua menjadi Kali Mas (ke arah Surabaya) dan Kali Porong (ke arah Porong, Kabupaten Sidoarjo) (wikipedia, 2008). Jumlah penduduk di wilayah ini 14 juta jiwa (40 % dari penduduk Jawa Timur), dimana sebagian besar bergantung pada sumberdaya air, yang merupakan sumber utama bagi kebutuhan air baku untuk konsumsi domestik, irigasi, industri, rekreasi, pembangkit tenaga listrik (Anonymous,1996).

Daerah Pengaliran Sungai  (DPS) Brantas terletak di bagian barat Propinsi Jawa Timur. Aliran sungai utamanya melingkar mulai dari Sumber Brantas di lereng Gunung Anjasmara dan dari lereng barat Gunung Semeru, kedua aliran tersebut bertemu di daerah Pegunungan yang masuk wilayah Kota Batu. Dari hilir Waduk Karangkates, aliran Sungai Brantas mengarah ke Barat melalui Kota Blitar dan berbelok ke utara menuju Kediri. Dari Kediri melalui Nganjuk, berbelok ke timur melewati Jombang, Kertosono, Mojokerto. Pada hilir Kota Mojokerto, Sungai Brantas terpecah dua menjadi Kali Mas dan Sungai Porong.

Sepanjang aliran Sungai Brantas dan  anak sungai-anak sungai terdapat bendungan dan waduk serbaguna, yaitu Waduk Selorejo di Ngantang (Kabupaten Malang), Waduk Sengguruh dan  Karangkates di Kepanjen (Kabupaten Malang), Waduk Lahor yang airnya dialirkan ke Waduk Karangkates melalui terowongan bawah-tanah, Waduk Wlingi-Raya dan Waduk Kesamben di dekat Blitar, dan Waduk Widas di dekat Nganjuk.

BP-DPS Brantas (2006) menerangkan bahwa bila ditinjau secara astronomis Satuan Wilayah Pengelolaan DPS Brantas terletak antara 7º14’00” LS – 8º29’00” LS DAN 111º30’00” BT – 113º30’00” BT. Secara geografis dibatasi oleh Selat Madura dan SWP (Satuan Wilayah Sungai) DPS Solo di sebelah utara, Samudera Hindia di sebelah selatan, SWP DPS Sampean-Madura di sebelah timur, dan di sebelah barat berbatasan dengan SWP DPS Solo.

Satuan  Wilayah  DPS  Brantas  mencakup  wilayah  seluas  1.575.285 Ha. Terbagi menjadi 3 Wilayah Pengelolaan, yaitu :
(1)  DPS Brantas dengan luas 1.188.559 Ha (75,5%),
(2)  Wilayah DPS bagian selatan seluas 255,899 Ha (16,25%)
(3)  Wilayah DPS bagian timur seluas 130.827 Ha (8,30%)
Luasan  tersebut  meliputi 15 Sub-Sub DPS, dengan Sub DPS terluas diantaranya Sub DPS Lahar, Maspo, Ambang, Barek-Glidik, Ngrowo-Ngasinan, dan Widas.

About these ads

About JavAurora

Aku bagai berjalan di atas air, beriak tapi tak berbekas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s