1. sebutkan perbedaan antara pernafasan perut dan pernafasan dada?
  2. mengapa ikan gabus mampu hidup dalam habitat yang berupa lumpur?
  3. bagaimana proses terjadinya pertukaran gas antara CO2 dan O2 di jaringan tubuh dan paruparu?
  4. mengapa hati yang menghasilkan empedu termasuk dalam sistem eksresi?
  5. Bagaimana proses terjadinya mendengkur?
  6. Proses pernafasan terdiri dari pernafasan internal dan pernafasan eksternal. jelaskan!
  7. after doing some exercises, the frequency of respiration and heartbeat are going faster. explain why this can happen?
  8. asthma patients often use mouth-spray medicine. explain the function of the medecine!
About these ads

About JavAurora

Aku bagai berjalan di atas air, beriak tapi tak berbekas

30 responses »

  1. terimakash pak erick,, :)

  2. qikielidaf says:

    : Terima Kasih Pak :) Fadil.

  3. angga says:

    dikerjakan di A4 kan pak ??

  4. Lintang says:

    ini buat apa pak?

  5. Lintang says:

    dapet nilai pak?

  6. rifqi (XI IPA 5 30) says:

    1. Pernapasan dada melibatkan otot antartulang rusuk, Pernapasan perut melibatkan otot diafragma.
    dada > inspirasi – berkontraksinya otot antartulang rusuk – rongga dada membesar – tekanan dalam rongga dada menjadi lebih kecil daripada tekanan di luar – udara luar yang kaya oksigen masuk.
    > ekspirasi – otot antara tulang rusuk ke posisi semula – turunnya tulang rusuk sehingga rongga dada menjadi kecil – tekanan di dalam rongga dada menjadi lebih besar daripada tekanan luar – udara dalam rongga dada yang kaya karbon dioksida keluar.

    perut > inspirasi – berkontraksinya otot diafragma – rongga dada membesar – tekanan dalam rongga dada menjadi lebih kecil daripada tekanan di luar – udara luar yang kaya oksigen masuk.
    > ekspirasi – kembalinya otot diaframa ke posisi semula – turunnya tulang rusuk – rongga dada menjadi kecil – tekanan di dalam rongga dada menjadi lebih besar daripada tekanan luar – udara dalam rongga dada yang kaya karbon dioksida keluar.

    2. Karena ikan gabus mempunyai labirin yang merupakan perluasan ke atas dari insang dan membentuk lipatan-lipatan sehingga merupakan rongga-rongga tidak teratur. Labirin ini berfungsi menyimpan cadangan 02 sehingga ikan tersebut tahan pada kondisi yang kekurangan 02.

    3.Pertukaran gas antara O2 dengan CO2 terjadi di dalam alveolus dan jaringan tubuh, melalui proses difusi. Oksigen yang sampai di alveolus akan berdifusi menembus selaput alveolus dan berikatan dengan haemoglobin (Hb) dalam darah yang disebut deoksigenasi dan menghasilkan senyawa oksihemoglobin (HbO) seperti reaksi berikut :

    Sekitar 97% oksigen dalam bentuk senyawa oksihemoglobin, hanya 2 – 3% yang larut dalam plasma darah akan dibawa oleh darah ke seluruh jaringan tubuh, dan selanjutnya akan terjadi pelepasan oksigen secara difusi dari darah ke jaringan tubuh, seperti reaksi berikut :

    Pengangkutan CO2
    Karbondioksida (CO2) yang dihasilkan dari proses respirasi sel akan berdifusi ke dalam darah yang selanjutnya akan diangkut ke paru-paru untuk dikeluarkan sebagai udara pernapasan.

    Ada 3 (tiga) cara pengangkutan CO2 :
    Sebagai ion karbonat (HCO3), sekitar 60 – 70%.
    Sebagai karbominohemoglobin (HbCO2), sekitar 25%.
    Sebagai asam karbonat (H2CO3) sekitar 6 – 10%.

    4. karena hati membantu fungsi ginjal dengan cara memecah beberapa senyawa yang bersifat racun dan menghasilkan amonia, urea, dan asam urat dengan memanfaatkan nitrogen dari asam amino. Proses pemecahan senyawa racun oleh hati disebut proses detoksifikasi.

    5. mendengkur biasanya disebabkan karena bernapas melalui mulut. Jaringan lembut pada langit-langit mulut dekat tenggorokan bergetar karena udara melewatinya saat Anda bernapas melalui mulut. Selain itu, bibir, pipi, dan lubang hidung Anda juga ikut bergetar. Posisi yang umum menyebabkan mendengkur adalah tidur terlentang. Hal ini karena mulut cenderung menganga dan lidah menghalangi saluran pernapasan.

    6. Proses terjadinya pernapasan internal berlangsung di dalam jaringan tubuh. Proses pertukaran oksigen dalam darah dan karbondioksida tersebut berlangsung dalam respirasi seluler. Setelah oksihemoglobin (HbO2) dalam paru-paru terbentuk, oksigen akan lepas, dan selanjutnya menuju cairan jaringan tubuh. Oksigen tersebut akan digunakan dalam proses metabolisme sel. Proses masuknya oksigen ke dalam cairan jaringan tubuh juga melalui proses difusi. Oksigen dalam darah mengalir menuju cairan jaringan. Karbondioksida yang terkandung dalam sel-sel tubuh berdifusi ke dalam darah. Karbondioksida yang diangkut oleh darah, sebagian kecilnya akan berikatan bersama hemoglobin membentuk karboksi hemoglobin (HbCO2).

    eksternal> Darah yang mengandung karbondioksida akan dilepaskan. Proses pertukaran oksigen (O2) dan karbondioksida (CO2) antara udara dan darah dalam paru-paru dinamakan pernapasan eksternal. Saat sel darah merah (eritrosit) masuk ke dalam kapiler paru-paru, sebagian besar CO2 yang diangkut berbentuk ion bikarbonat (HCO- 3) . Dengan bantuan enzim karbonat anhidrase, karbondioksida (CO2) air (H2O) yang tinggal sedikit dalam darah akan segera berdifusi keluar. Proses difusi dapat terjadi pada paru-paru (alveolus). Konsentrasi oksigen pada udara lebih tinggi daripada konsentrasi oksigen pada darah. Oleh karena itu, oksigen dari udara akan berdifusi menuju darah pada alveolus paru-paru. Sementara itu, tekanan parsial karbondioksida dalam darah lebih besar dibandingkan tekanan parsial karbondioksida pada udara. Sehingga, konsentrasi karbondioksida pada darah akan lebih kecil di bandingkan konsentrasi karbondioksida pada udara. Akibatnya, karbondioksida pada darah berdifusi menuju udara dan akan dibawa keluar tubuh lewat hidung.

    7. karena pada saat melakukan kegiatan, lari contihnya. Kita mengambil O2 yang terdapat di tubuh kita. Setelah berhenti maka otomatis kita harus mengambil dan mengumpulkan lagi O2 yang sudah diambil.

    8. Ada 3 macam alat/jenis terapi inhalasi, yaitu nebulizer, MDI (metered dose inhaler), dan DPI (dry powder inhaler). Jenis DPI yang paling sering digunakan adalah turbuhaler. Terapi inhalasi memiliki keuntungan dibandingkan dengan cara oral (diminum) atau disuntik, yaitu langsung ke organ sasaran, awitan kerja lebih singkat, dosis obat lebih kecil, dan efek samping juga lebih kecil. Untuk mendapatkan manfaat obat yang optimal , obat yang diberikan per inhalasi harus dapat mencapai tempat kerjanya di dalam saluran napas. Obat yang digunakan biasanya dalam bentuk aerosol, yaitu suspensi partikel dalam gas. Pemakaian alat perenggang (spacer) mengurangi deposisi (penumpukan) obat dalam mulut (orofaring), sehingga mengurangi jumlah obat yang tertelan, dan mengurangi efek sistemik. Deposisi (penyimpanan) dalam paru pun lebih baik, sehingga didapatkan efek terapetik (pengobatan) yang baik. Obat hirupan dalam bentuk bubuk kering (DPI = Dry Powder Inhaler) seperti Spinhaler, Diskhaler, Rotahaler, Turbuhaler, Easyhaler, Twisthaler memerlukan inspirasi (upaya menarik/menghirup napas) yang kuat. Umumnya bentuk ini dianjurkan untuk anak usia sekolah.

  7. Pak, soal buat remidi bab pernapasan itu yang mana pak?

  8. 1. Perbedaan pernapasan perut dan dada
    Dalam pernapasan perut yang berperan adalah otot diafragma dan otot dinding rongga perut.
    Sedangkan dalam pernapasan dada yang berperan aktif adalah otot antar tulang rusuk luar dan otot antar tulang rusuk dalam.
    2. Ikan ini mampu hidup di lumpur karena mempunyai labirin yang mempunyai fungsi untuk menyimpan O2, selain memiliki labirin, ikan gabus juga mempunyai gelembung renang yang mempunyai fungsi yang sama dengan labirin yang letaknya di dekat punggung.
    3. Pada pernapasan dalam (pertukaran gas di dalam jaringan tubuh) darah masuk ke dalam jaringan tubuh, oksigen meninggalkan hemoglobin dan berdifusi masuk ke dalam cairan jaringan tubuh. Reaksinya sebagai berikut.

    HbO2 => Hb + O2

    Difusi oksigen keluar dari darah dan masuk ke dalam cairan jaringan dapat terjadi, karena tekanan oksigen di dalam cairan jaringan lebih rendah dibandingkan di dalam darah. Hal ini disebabkan karena sel-sel secara terus menerus menggunakan oksigen dalam respirasi selular.

    Dari proses pernapasan yang terjadi di dalam jaringan menyebabkan terjadinya perbedaan komposisi udara yang masuk dan yang keluar paru-paru.

    Perlu diketahui bahwa tekanan parsial O2 pada kapiler darah nadi ± 100 mmHg dan tekanan parsial O2 dalam jaringan tubuh kurang dari 40 mmHg. Sebaliknya tekanan karbon dioksida tinggi, karena karbon dioksida secara terus menerus dihasilkan oleh sel-sel tubuh. Tekanan parsial CO2 dalam jaringan ± 60 mmHg dan dalam kapiler darah ± 41 mmHg. Hal inilah yang menyebabkan O2 dapat berdifusi ke dalam jaringan dan CO2 berdifusi ke luar jaringan.
    4. Hati termasuk organ ekskresi karena mendukung kerja ginjal. Hati dapat mengubah amonia yang bersifat racun bagi tubuh ke dalam urea, Urea kemudian dialirkan melalui pembuluh darah lalu ke ginjal. Sedangkan empedu, merupakan zat pewarna urine.
    5. Selama tidur, otot – termasuk otot pernapasan – menjadi lebih rileks
    dibandingkan dengan saat terjaga. Pada sebagian orang keadaan ini tidak jadi
    masalah. Namun pada beberapa orang, terutama yang berusia lanjut, otot yang
    rileks membuat saluran napas menyempit dan mengakibatkan penyumbatan.
    Kondisi di atas makin diperparah lagi apabila penderita dalam posisi tidur
    telentang, sehingga lidah yang melemas terjatuh ke belakang. Maka terjadi
    penyumbatan seperti leher botol. Getaran akibat turbulensi udara pada bagian
    lunak faring karena tekanan negatif di jalan pernapasan saat tidur itu
    muncul sebagai dengkur.
    6. Pernapasan eksternal :pertukaran udara yang terjadi antara udara dalam alveolus dengan darah dalam kapiler
    Pernapasan internal: pernapasan yang terjadi antara darah dalam kapiler dengan sel-sel tubuh
    7. karena pada saat berlari-lari , jantung memompa darah lebih cepat karena energi yang terkuras pada saat olahraga, memerlukan asupan oksigen yang lebih dan cara penyaluran oksigen ke otak melalui darah.. sehingga diperlukan yang namanya pengantaran oksigen melalui darah dari jantung lebih cepat, sehingga membuat denyut nadi memompa lebih cepat, yang pasti berbeda dengan sebelum olahraga
    8. Pada suatu serangan asma, otot polos dari bronki mengalami kejang dan jaringan yang melapisi saluran udara mengalami pembengkakan karena adanya peradangan (inflamasi) dan pelepasan lendir ke dalam saluran udara. Hal ini akan memperkecil diameter dari saluran udara (disebut bronkokonstriksi) dan penyempitan ini menyebabkan penderita harus berusaha sekuat tenaga supaya dapat bernapas. Dengan hal ini si penderita merasakan napas yang terengah-engah, sehingga memerlukan bantuan inhaler (obat semprot) sebagai pertolongan pertamanya. Inhaler yang digunakan sebenarnya berguna untuk mengurangi gejala dengan merelaksasikan otot-otot dalam saluran udara yang menyempit, sehingga penderita dapat bernapas lebih mudah

  9. Siti fatonah says:

    1. Pernapasan dada yang berperan aktif otot antar tulang rusuk dalam dan luar
    Pernapasan perut yang berperan aktif otot diafragma dan otot dinding perut.
    2. Karena ikan gabus memiliki labirin dan gelembung renang yang berfungsi untuk menyimpan cadangan O2. Sehingga, mampu hidup dalam lumpur lebih lama.
    3. Tekanan seluruh udara lingkungan sekitar 1 atmosfir atau 760 mm Hg, sedangkan tekanan O2 di lingkungan sekitar 160 mm Hg. Tekanan oksigen di lingkungan lebih tinggi dari pada tekanan oksigen dalam alveolus paru-paru dan arteri yang hanya 104 mm Hg. Oleh karena itu oksigen dapat masuk ke paru-paru secara difusi.

    Dari paru-paru, O2 akan mengalir lewat vena pulmonalis yang tekanan O2 nya 104 mm; menuju ke jantung. Dari jantung O2 mengalir lewat arteri sistemik yang tekanan O2 nya 104 mm hg menuju ke jaringan tubuh yang tekanan O2 nya 0 – 40 mm hg. Di jaringan, O2 ini akan dipergunakan. Dari jaringan CO2 akan mengalir lewat vena sistemik ke jantung. Tekanan CO2 di jaringan di atas 45 mm hg, lebih tinggi dibandingkan vena sistemik yang hanya 45 mm Hg. Dari jantung, CO2 mengalir lewat arteri pulmonalis yang tekanan O2 nya sama yaitu 45 mm hg. Dari arteri pulmonalis CO2 masuk ke paru-paru lalu dilepaskan ke udara bebas.
    4. Hal ini dikarenakan hati membantu fungsi ginjal dengan cara memecah beberapa senyawa yang bersifat racun dan menghasilkan amonia, urea, dan asam urat dengan memanfaatkan nitrogen dari asam amino. Sedangkan empedu berfungsi sebagai pewarna urin.
    5. Selama tidur, otot – termasuk otot pernapasan – menjadi lebih rileks
    dibandingkan dengan saat terjaga. Pada sebagian orang keadaan ini tidak jadi
    masalah. Namun pada beberapa orang, terutama yang berusia lanjut, otot yang
    rileks membuat saluran napas menyempit dan mengakibatkan penyumbatan.
    Kondisi di atas makin diperparah lagi apabila penderita dalam posisi tidur
    telentang, sehingga lidah yang melemas terjatuh ke belakang. Maka terjadi
    penyumbatan seperti leher botol. Getaran akibat turbulensi udara pada bagian
    lunak faring karena tekanan negatif di jalan pernapasan saat tidur itu
    muncul sebagai dengkur.
    6. Pernapasan eksternal adalah pertukaran oksigen dan karbon dioksida yang terjadi antara udara dalam gelembung paru-paru(alveolus) dengan darah dalam kapiler.
    Pernapasan internal adalah pertukaran oksigen dan karbon dioksida antara darah dalam kapiler dengan sel-sel jaringan tubuh.
    7. karena pada saat berlari2, jantung memompa darah lebih cepat karena energi yang terkuras pada saat olahraga, memerlukan asupan oksigen yang lebih… dan cara penyaluran oksigen ke otak melalui darah. Sehingga diperlukan yang namanya pengantaran oksigen melalui darah dari jantung lebih cepat. sehingga membuat denyut nadi memompa lebih cepat, yang pasti berbeda dengan sebelum olahraga.
    8. Pada suatu serangan asma, otot polos dari bronki mengalami kejang dan jaringan yang melapisi saluran udara mengalami pembengkakan karena adanya peradangan (inflamasi) dan pelepasan lendir ke dalam saluran udara. Hal ini akan memperkecil diameter dari saluran udara (disebut bronkokonstriksi) dan penyempitan ini menyebabkan penderita harus berusaha sekuat tenaga supaya dapat bernapas.

    Dengan hal ini si penderita merasakan napas yang terengah-engah, sehingga memerlukan bantuan inhaler sebagai pertolongan pertamanya.

    Inhaler yang digunakan sebenarnya berguna untuk mengurangi gejala dengan merelaksasikan otot-otot dalam saluran udara yang menyempit, sehingga penderita dapat bernapas lebih mudah

  10. 1. apabila pernapasan dada otot yg digunakan adalah otot antar tulang rusuk jika pada pernapaan perut menggunakan otot diafragma.

    dada => inspirasi : otot antartulang rusuk luar berkontraksi, sehingga tulang rusuk menjadi terangkat. Akibatnya, volume rongga dada membesar. Membesarnya volume rongga dada menjadikan tekanan udara dalam rongga dada menjadi kecil/berkurang, padahal tekanan udara bebas tetap.
    ekspirasi : otot antartulang rusuk dalam berkontraksi (mengkerut/mengendur), sehingga tulang rusuk dan tulang dada ke posisi semula. Akibatnya, rongga dada mengecil. Oleh karena rongga dada mengecil, tekanan dalam rongga dada menjadimeningkat, sedangkan tekanan udara di luar tetap. Dengan demikian, udara yang berada dalam rongga paru-paru menjadi terdorong keluar.

    perut => inspirasi : otot diafragma (sekat rongga dada) mendatar dan volume rongga dada membesar, sehingga tekanan udara di dalam rongga dada lebih kecil daripada udara di luar, akibatnya udara masuk
    ekspirasi : otot diafragma mengkerut (berkontraksi) dan volume rongga dada mengecil, sehingga tekanan udara di dalam rongga dada lebih besar daripada udara di luar. Akibatnya udara dari dalam terdorong ke luar.

    2. Pada ikan yg hidup pada daerah yg berlumpur contohnya ikan gabus memiliki labirin yang merupakan perluasan insang berbentuk lipatan berongga tidak teratur. Labirin berfungsi untuk menyimpan cadangan oksigen sehingga ikan tahan pada kondisi kekurangan oksigen.

    3. proses terjadinya pertukaran gas antara CO2 dan O2 dibagi menjadi dua,yaitu secara eksternal dan internal
    *Eksternal –> Pernapasan eksternal merupakan pertukaran O2 dari udara dengan CO2 dari kapiler darah dalam alveolus. Pada sistem pernapasan ekternal O2 di dalam elveolus masuk ke kapiler arteri darah dengan cara berdifusi.

    *Internal –> Pernapasan internal, yaitu proses pertukaran O2 dan CO2 dari kapiler darah ke sel-sel tubuh Pada pernapasan internal O2 yang sudah terikat pada hemoglobin dalam bentuk oksihemoglobin diangkut menuju sel.

    4. karena hati menetralkan racun yang masuk ke dalam tubuh dan membunuh bibit penyakit.Zat warna empedu hasil perombakan sel darah merah yang telah rusak tidak langsung dikeluarkan oleh hati, tetapi dikeluarkan melalui alat pengeluaran lainnya. Misalnya, akan dibawa oleh darah ke ginjal dan dikeluarkan bersama-sama di dalam urin.

    5. udara melalui saluran napas yang sempit dan terjadi ketika tidur. Mendengkur biasanya disebabkan karena terhalangnya jalan napas. Jaringan lunak pada langit-langit mulut di dekat tenggorokan bergetar karena udara yang melewatinya saat bernapas melalui mulut. Selain itu, bibir, pipi, dan lubang hidung juga ikut bergetar.

    6. internal : Pernapasan internal, yaitu proses pertukaran O2 dan CO2 dari kapiler darah ke sel-sel tubuh Pada pernapasan internal O2 yang sudah terikat pada hemoglobin dalam bentuk oksihemoglobin diangkut menuju sel.

    eksternal : Pernapasan eksternal merupakan pertukaran O2 dari udara dengan CO2 dari kapiler darah dalam alveolus. Pada sistem pernapasan ekternal O2 di dalam elveolus masuk ke kapiler arteri darah dengan cara berdifusi.

    7. hal tersebut terjadi karena diotak kekurangan darah dan O2 sehingga jantung memompa darah yg mengandung O2 lebih cepat dan kita menghirup O2 lebih banyak agar kebutuhan oksigen di dalam tubuh dan darah terpenuhi.

    8. Pemberian per inhalasi adalah pemberian obat secara langsung ke dalam saluran napas melalui hirupan. Pada asma, penggunaan obat secara inhalasi dapat mengurangi efek samping yang sering terjadi pada pemberian parenteral atau per oral, karena dosis yang sangat kecil dibandingkan jenis lainnya.

    Cara memberikan obat melalui hirupan tersebut dikenal sebagai terapi inhalasi. Secara garis besar ada 3 macam alat/jenis terapi inhalasi, yaitu nebulizer, MDI (metered dose inhaler), dan DPI (dry powder inhaler). Jenis DPI yang paling sering digunakan adalah turbuhaler. Terapi inhalasi memiliki keuntungan dibandingkan dengan cara oral (diminum) atau disuntik, yaitu langsung ke organ sasaran, awitan kerja lebih singkat, dosis obat lebih kecil, dan efek samping juga lebih kecil.

    Pemakaian alat perenggang (spacer) mengurangi deposisi (penumpukan) obat dalam mulut (orofaring), sehingga mengurangi jumlah obat yang tertelan, dan mengurangi efek sistemik. Deposisi (penyimpanan) dalam paru pun lebih baik, sehingga didapatkan efek terapetik (pengobatan) yang baik. Obat hirupan dalam bentuk bubuk kering (DPI = Dry Powder Inhaler) seperti Spinhaler, Diskhaler, Rotahaler, Turbuhaler, Easyhaler, Twisthaler memerlukan inspirasi (upaya menarik/menghirup napas) yang kuat. Umumnya bentuk ini dianjurkan untuk anak usia sekolah.

  11. yuni p. says:

    1. Pada pernapasan dada, otot yang dilibatkan adalah otot antar tulang rusuk. Sedangkan pada pernapasan perut melibatkan otot diafragma.

    Mekanisme pernapasan dada adalah sebagai berikut
    a. Fase inspirasi. Berkontraksinya otot antartulang rusuk sehingga rongga dada membesar, akibatnya tekanan dalam rongga dada menjadi lebih kecil daripada tekanan di luar sehingga udara luar yang kaya oksigen masuk.
    b. Fase ekspirasi. otot antara tulang rusuk relaksasi ke posisi semula yang dikuti oleh turunnya tulang rusuk sehingga rongga dada menjadi kecil. akibatnya, tekanan di dalam rongga dada menjadi lebih besar daripada tekanan luar, sehingga udara dalam rongga dada yang kaya karbon dioksida keluar.

    Sedangkan mekanisme pernapasan perut adalah
    a. Fase inspirasi. Fase ini berupa berkontraksinya otot diafragma sehingga rongga dada membesar, akibatnya tekanan dalam rongga dada menjadi lebih kecil daripada tekanan di luar sehingga udara luar yang kaya oksigen masuk.
    b. Fase ekspirasi. Fase ini merupakan fase relaksasi atau kembalinya otot diaframa ke posisi semula yang dikuti oleh turunnya tulang rusuk sehingga rongga dada menjadi kecil. Sebagai akibatnya, tekanan di dalam rongga dada menjadi lebih besar daripada tekanan luar, sehingga udara dalam rongga dada yang kaya karbon dioksida keluar

    2. Karena ikan gabus mempunyai labirin yang merupakan perluasan ke atas dari insang dan membentuk lipatan-lipatan sehingga merupakan rongga-rongga tidak teratur. Labirin ini berfungsi menyimpan cadangan 02 sehingga ikan tahan pada kondisi yang kekurangan 02.

    3. Pertukaran gas antara oksigen dan karbon dioksida terjadi melalui proses difusi. Proses difusi ini berlangsung secara sederhana, yaitu hanya dengan gerakan molekul-molekul secara bebas melalui membrann sel dari konsentrasi tinggi atau tekanan tinggi ke konsentrasi rendah atau tekanan rendah.

    4. Karena hati menghasilkan cairan empedu secara terus-menerus yang ditampung dalam kantung empedu. Empedu ini mengandung air, asam empedu, garam empedu, kolesterol, fosfolipid, bilirubin dan biliverdin. Empedu ini berfungsi untuk pembentukan urea.

    5. Selama tidur, otot, termasuk otot pernapasan menjadi lebih rileks
    dibandingkan dengan saat terjaga. Pada sebagian orang keadaan ini tidak jadi
    masalah. Namun pada beberapa orang, terutama yang berusia lanjut, otot yang
    rileks membuat saluran napas menyempit dan mengakibatkan penyumbatan.
    Kondisi di atas makin diperparah lagi apabila penderita dalam posisi tidur
    telentang, sehingga lidah yang melemas terjatuh ke belakang. Maka terjadi
    penyumbatan seperti leher botol. Getaran akibat turbulensi udara pada bagian
    lunak faring karena tekanan negatif di jalan pernapasan saat tidur itu
    muncul sebagai dengkur.

    6. Pernapasan eksternal adalah Proses pertukaran oksigen (O2) dan karbondioksida (CO2) antara udara dan darah dalam paru-paru. Proses difusi dapat terjadi pada paru-paru (alveolus), karena adaperbedaan tekanan parsial antara udara dan darah dalam alveolus. Tekanan parsial membuat konsentrasi oksigen dan karbondioksida pada darah dan udara berbeda. Tekanan parsial oksigen yang kita hirup akan lebih besar dibandingkan tekanan parsial oksigen pada alveolus paru-paru. Dengan kata lain, konsentrasi oksigen pada udara lebih tinggi daripada konsentrasi oksigen pada darah. Oleh karena itu, oksigen dari udara akan berdifusi menuju darah pada alveolus paru-paru. Sementara itu, tekanan parsial karbondioksida dalam darah lebih besar dibandingkan tekanan parsial karbondioksida pada udara. Sehingga, konsentrasi karbondioksida pada darah akan lebih kecil di bandingkan konsentrasi karbondioksida pada udara. Akibatnya, karbondioksida pada darah berdifusi menuju udara dan akan dibawa keluar tubuh lewat hidung.
    Sedangkan pernapasan internal adalah proses terjadinya pertukaran gas di dalam jaringan tubuh. Proses pertukaran oksigen dalam darah dan karbondioksida tersebut berlangsung dalam respirasi seluler. Proses masuknya oksigen ke dalam cairan jaringan tubuh juga melalui proses difusi. Proses difusi ini terjadi karena adanya perbedaan tekanan parsial oksigen dan karbondioksida antara darah dan cairan jaringan. Tekanan parsial oksigen dalam cairan jaringan, lebih rendah dibandingkan oksigen yang berada dalam darah. Artinya konsentrasi oksigen dalam cairan jaringan lebih rendah. Oleh karena itu, oksigen dalam darah mengalir menuju cairan jaringan. Sementara itu, tekanan karbondioksida pada darah lebih rendah daripada cairan jaringan. Akibatnya, karbondioksida yang terkandung dalam sel-sel tubuh berdifusi ke dalam darah

    7. Karena saat kita berlri, kita menggunakan banyak oksigen yang ada pada tubuh kita. Sehingga saat kita selesai berlari, kita harus mengumpulkan kembali oksigen tersebut yang mengakibtkan frekuensi bernafas dan detak jantung kita meningkat.

    8. Fungsi dari obat inhalsi ini adalah untuk merubah bentuk obat cair menjadi menjadi aerosol yaitu partikel sangat kecil dengan ukuran kurang 5 mikron sehingga obat ikut aliran napas mencapai ke ujung paru. obat langsung terdeposisi di target organ yaitu paru paru, dosis lebih kecil sehingga efek samping juga lebih sedikit.

    yuni puspitasari
    xi ipa 2

  12. 1. Pernapasan dada melibatkan otot antar tulang rusuk sedangkan pernapasan perut melibatkan otot diafragma.
    Mekanisme pernapasan dada:
    (Saat inspirasi)
    Otot antartulang rusuk berkontraksi ->tulang rusuk terangkat ->rongga dada dan paru-paru menggembang->tekanan udara rongga paru-paru rendah->udara masuk
    (Saat ekspirasi)
    tulang rusuk kembali->rongga dada dan paru-paru mengecil ->tekanan tinggi->udara keluar
    Mekanisme pernapasan perut :
    (Saat inspirasi)
    Otot diafragma berkontraksi->diafragma menjadi datar->rongga dada mengembang->tekanan rendah-> udara masuk
    (Saat ekspirasi)
    Otot diafragma relaksasi->rongga dada dan paru-paru mengecil ->tekanan tinggi->udara keluar

    2. Ikan gabus mempunyai labirin yang merupakan perluasan ke atas dari insang dan membentuk lipatan-lipatan sehingga merupakan rongga-rongga tidak teratur. Labirin ini berfungsi menyimpan cadangan 02 sehingga ikan tahan pada kondisi yang kekurangan 02.
    3. Pertukaran gas O2 dan CO2 yang terjadi di paru-paru dan jaringan tubuh melalui proses difusi. O2 masuk ke dalam tubuh melalui hidung sampai alveolus (inspirasi). Di alveolus O2 mengalami difusi ke kapiler arteri pori-pori. Hal ini menyebabkan tekanan parsial O2 dialveolus lebih tinggi daripada tekanan parsial di kapiler arteri paru-paru. Kemudian O2 diikat oleh eritrosit yang mengandung hemoglobin. Hemoglobin akan mengangkut O2 ke jaringan tubuh kemudian akan berdifusi masuk ke sel-sel tubuh untuk respirasi. Semakin banyak O2 yang digunakan, semakin banyak CO2 yang terbentuk. Hal ini menyebabkan tekanan parsial CO2 dalam sel tubuh lebih tinggi daripada tekanan parsial CO2 dalam kapiler vena. Lalu CO2 berdifusi dari sel tubuh ke kapiler vena menuju paru-paru. Di paru-paru terjadi difusi dari kapiler vena ke alveolus. CO2 keluar melalui hidung (ekspirasi)
    4. Karena hati dapat menetralkan racun dan membunuh bibit-bibit penyakit seperti kuman. Selain itu empedu pada hati merupakan hasil perombakan eritrosit yang merupakan zat warna pada urin. Hal ini dapat mendukung kerja ginjal.
    5. Saat kondisi tidur, otot pernapasan menjadi lebih rileks
    dibandingkan dengan saat terjaga. Pada sebagian orang keadaan ini tidak jadi
    masalah. Namun pada beberapa orang, terutama yang berusia lanjut, otot yang
    rileks membuat saluran napas menyempit dan mengakibatkan penyumbatan.
    Kondisi di atas makin diperparah lagi apabila penderita dalam posisi tidur
    telentang, sehingga lidah yang melemas terjatuh ke belakang. Maka terjadi
    penyumbatan seperti leher botol. Getaran akibat turbulensi udara pada bagian
    lunak faring karena tekanan negatif di jalan pernapasan saat tidur itu
    muncul sebagai dengkur.
    6. Pernapasan eksternal adalah pertukaran oksigen dan karbon dioksida yang terjadi antara udara dalam gelembung paru-paru(alveolus) dengan darah dalam kapiler.
    Pernapasan internal adalah pertukaran oksigen dan karbon dioksida antara darah dalam kapiler dengan sel-sel jaringan tubuh.
    7. Setelah berolahraga maka PH tubuh kita menurun sehingga mengakibatkan CO2 dalam tubuh meningkat. Otak meyuruh jantung untuk memompa darah lebih cepat agar O2 meningkat dan PH tubuh kembali seperti semula
    8. Inhaler adalah obat asma yang lazim digunakan karena efeknya melegakan. Tapi, inhaler hanya bersifat menjaga dan melegakan ketika serangan asma datang, hal ini untuk mengendurkan otot bronkus sehingga rongga bronkus melebar.Sedangkan untuk mengontrol asma, atau mengubah asma berat menjadi terkontrol, pasien dianjurkan untuk mengonsumsi kombinasi inhaler dan controller.

  13. 1. Pernapasan dada melibatkan otot antar tulang rusuk sedangkan pernapasan perut melibatkan otot diafragma.
    Mekanisme pernapasan dada:
    (Saat inspirasi)
    Otot antartulang rusuk berkontraksi ->tulang rusuk terangkat ->rongga dada dan paru-paru menggembang->tekanan udara rongga paru-paru rendah->udara masuk
    (Saat ekspirasi)
    tulang rusuk kembali->rongga dada dan paru-paru mengecil ->tekanan tinggi->udara keluar
    Mekanisme pernapasan perut :
    (Saat inspirasi)
    Otot diafragma berkontraksi->diafragma menjadi datar->rongga dada mengembang->tekanan rendah-> udara masuk
    (Saat ekspirasi)
    Otot diafragma relaksasi->rongga dada dan paru-paru mengecil ->tekanan tinggi->udara keluar

    2. Ikan gabus mempunyai labirin yang merupakan perluasan ke atas dari insang dan membentuk lipatan-lipatan sehingga merupakan rongga-rongga tidak teratur. Labirin ini berfungsi menyimpan cadangan 02 sehingga ikan tahan pada kondisi yang kekurangan 02.
    3. Pertukaran gas O2 dan CO2 yang terjadi di paru-paru dan jaringan tubuh melalui proses difusi. O2 masuk ke dalam tubuh melalui hidung sampai alveolus (inspirasi). Di alveolus O2 mengalami difusi ke kapiler arteri pori-pori. Hal ini menyebabkan tekanan parsial O2 dialveolus lebih tinggi daripada tekanan parsial di kapiler arteri paru-paru. Kemudian O2 diikat oleh eritrosit yang mengandung hemoglobin. Hemoglobin akan mengangkut O2 ke jaringan tubuh kemudian akan berdifusi masuk ke sel-sel tubuh untuk respirasi. Semakin banyak O2 yang digunakan, semakin banyak CO2 yang terbentuk. Hal ini menyebabkan tekanan parsial CO2 dalam sel tubuh lebih tinggi daripada tekanan parsial CO2 dalam kapiler vena. Lalu CO2 berdifusi dari sel tubuh ke kapiler vena menuju paru-paru. Di paru-paru terjadi difusi dari kapiler vena ke alveolus. CO2 keluar melalui hidung (ekspirasi)
    4. Karena hati dapat menetralkan racun dan membunuh bibit-bibit penyakit seperti kuman. Selain itu empedu pada hati merupakan hasil perombakan eritrosit yang merupakan zat warna pada urin. Hal ini dapat mendukung kerja ginjal.
    5. Saat kondisi tidur, otot pernapasan menjadi lebih rileks
    dibandingkan dengan saat terjaga. Pada sebagian orang keadaan ini tidak jadi
    masalah. Namun pada beberapa orang, terutama yang berusia lanjut, otot yang
    rileks membuat saluran napas menyempit dan mengakibatkan penyumbatan.
    Kondisi di atas makin diperparah lagi apabila penderita dalam posisi tidur
    telentang, sehingga lidah yang melemas terjatuh ke belakang. Maka terjadi
    penyumbatan seperti leher botol. Getaran akibat turbulensi udara pada bagian
    lunak faring karena tekanan negatif di jalan pernapasan saat tidur itu
    muncul sebagai dengkur.
    6. Pernapasan eksternal adalah pertukaran oksigen dan karbon dioksida yang terjadi antara udara dalam gelembung paru-paru(alveolus) dengan darah dalam kapiler.
    Pernapasan internal adalah pertukaran oksigen dan karbon dioksida antara darah dalam kapiler dengan sel-sel jaringan tubuh.
    7. Setelah berolahraga maka PH tubuh kita menurun sehingga mengakibatkan CO2 dalam tubuh meningkat. Otak meyuruh jantung untuk memompa darah lebih cepat agar O2 meningkat dan PH tubuh kembali seperti semula
    8. Inhaler adalah obat asma yang lazim digunakan karena efeknya melegakan. Tapi, inhaler hanya bersifat menjaga dan melegakan ketika serangan asma datang, hal ini untuk mengendurkan otot bronkus sehingga rongga bronkus melebar.Sedangkan untuk mengontrol asma, atau mengubah asma berat menjadi terkontrol, pasien dianjurkan untuk mengonsumsi kombinasi inhaler dan controller.

    ROVILLA AMALIA
    XI IPA 2/27

  14. TYSNZH says:

    1. Pernapasan perut atau pernapasan diafragma adalah pernapasan yang melibatkan otot diafragma.
    - Inspirasi :
    Dimulai dengan berkontraksinya otot diafragma yang menyebabkan diafragma menjadi mendatar. Sehingga rongga dada mengembang dan volume rongga dada meningkat, sedangkan tekanan dalam rongga dada menurun. Akibatnya udara dari luar yang memiliki tekanan udara yang lebih tinggi akan masuk. Dan terjadilah proses inspirasi.
    - Ekspirasi :
    Terjadi saat otot diafrafma berelaksasi, sehingga diafragma kembali ke bentuk semula (melengkung). Sehingga rongga dada mengempis dan volume rongga dada menurun, sedangkan tekanan dalam rongga dada meningkat. Akibatnya udara dari dalam (rongga dada) yang memiliki tekanan udara yang lebih tinggi akan keluar. Dan terjadilah proses ekpirasi.

    Pernapasan dada adalah pernapasan yang melibatkan otot antartulang rusuk.
    - Inspirasi :
    Berkontraksinya otot antartulang rusuk sehingga rongga dada membesar, akibatnya tekanan dalam rongga dada menjadi lebih kecil daripada tekanan di luar sehingga udara luar yang kaya oksigen masuk.
    - Ekspirasi :
    kembalinya otot antara tulang rusuk ke posisi semula yang dikuti oleh turunnya tulang rusuk sehingga rongga dada menjadi kecil. Sebagai akibatnya, tekanan di dalam rongga dada menjadi lebih besar daripada tekanan luar, sehingga udara dalam rongga dada yang kaya karbon dioksida keluar.

    2. Karena ikan gabus memiliki labirin, yaitu perluasan insang yang berlipat-lipat dan tidak beraturan. Labirin ini berfungsi sebagai tempat penyimpanan udara sehingga ikan dapat di air yang kadar oksigennya rendah.

    3. Pertukaran gas antara Oksigen dan Karbindioksida terjadi secara difusi yang terjadi di alveolus (paru-paru) dan sel jaringan tubuh. Proses difusi berlangsung dimulai dari gerakan molekul-molekul secara bebas melalui membran sel dari konsentrasi tinggi atau tekanan tinggi ke konsentrasi rendah atau tekanan rendah.

    4. Karena hati menghasilkan empedu secara terus-menerus yang ditampung dalam kantung empedu. Sehingga hati tergolong dalam alat ekskresi.

    5. Dengkuran menandakan adanya penyumbatan di saluran
    pernapasan saat seseorang sedang tidur. Suara dengkuran berasal dari usaha
    udara untuk melewati saluran yang menyempit itu.

    Secara sederhana, proses mendengkur bisa digambarkan sebagai berikut ini.
    Selama tidur, otot – termasuk otot pernapasan – menjadi lebih rileks
    dibandingkan dengan saat terjaga. Pada sebagian orang keadaan ini tidak jadi
    masalah. Namun pada beberapa orang, terutama yang berusia lanjut, otot yang
    rileks membuat saluran napas menyempit dan mengakibatkan penyumbatan.
    Kondisi di atas makin diperparah lagi apabila penderita dalam posisi tidur
    telentang, sehingga lidah yang melemas terjatuh ke belakang. Maka terjadi
    penyumbatan seperti leher botol. Getaran akibat turbulensi udara pada bagian
    lunak faring karena tekanan negatif di jalan pernapasan saat tidur itu
    muncul sebagai dengkur.

    6. a. Pernapasan Ekternal
    Pernapasan eksternal merupakan pertukaran O2 dari udara dengan CO2 dari kapiler darah dalam alveolus. Pada sistem pernapasan ekternal O2 di dalam elveolus masuk ke kapiler arteri darah dengan cara berdifusi. Proses difusi ini dapat berlangsung karena perbedaan tekanan parsial antara O2 dalam alveolus dengan O2 dalam kapiler darah. Tekanan parsial O2 dalam alveolus lebih tinggi dibanding O2 dalam kapiler darah. Proses difusi akan terjadi dari daerah yang bertekanan parsial tinggi ke daerah yang bertekanan parsial rendah. Di dalam kapiler arteri darah O2 kemudian akan diikat oleh hemoglobin. Proses pengikatan O2 oleh hemoglobin melalui reaksi sebagai berikut.

    Hb (hemoglobin) + O2 ==> HbO2 (oksihemoglobin)

    Oksigen atau O2 yang diikat hemoglobin akan dibawa ke seluruh tubuh untuk diberikan ke sel (mitokondria) untuk proses oksidasi. Oksidasi dalam sel akan menghasilkan CO2 yang kemudian akan diangkut lewat kapiler vena darah menuju alveolus. CO2 dalam alvelous ini akan dikeluarkan lewat paru-paru. CO2 diangkut sebagai ion bikarbonat (HCO3 ). Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut.

    Enzim karbonat anhidrase
    H+ + HCO3 => H2CO3 => H2O + CO2

    Reaksi tersebut bisa berjalan dengan baik karena adanya enzim karbonat anhidrase, yang terdapat dalam sel-sel darah merah.

    b. Pernapasan Internal
    Pernapasan internal, yaitu proses pertukaran O2 dan CO2 dari kapiler darah ke sel-sel tubuh Pada pernapasan internal O2 yang sudah terikat pada hemoglobin dalam bentuk oksihemoglobin diangkut menuju sel.
    HbO2 => Hb+O2
    Hemoglobin dalam darah berfungsi untuk mengikat dan melepaskan oksigen.
    Selanjutnya, oksi hemoglobin akan melepaskan O2 ke dalam jaringan tubuh atau sel. Kemudian O2 akan diterima oleh mitokondria untuk oksidasi. Semakin banyak O2 yang masuk ke dalam sel maka semakin banyak pula CO2 yang dihasilkan dari proses oksidasi. CO2 akan berdifusi masuk ke kapiler vena darah. CO2 ini akan diangkut oleh kapiler vena darah menuju alveolus. Pengangkutan CO2 tersebut melalui tiga cara berikut:

    - CO2 larut dalam plasma dan membentuk asam karbonat, reaksi yang terjadi sebagai berikut.
    CO2 + H2O ==> H2CO3
    Cara seperti ini dilakukan, tetapi persentase terjadinya hanya 5%.
    - CO2 diangkut dengan membentuk karbominohemoglobin. CO2 ini berdifusi ke dalam sel darah merah dan berikatan dengan Amin (-NH2). Amin merupakan protein dari hemoglobin. Proses seperti ini dilakukan, tetapi persentase terjadinya 30%.
    - CO2 diangkut dalam bentuk ion bikarbonat (HCO3). Proses ini berantai dan disebut pertukaran klorida. CO2 bersenyawa dengan air membentuk asam karbonat, yang mengurai menjadi H+ + HCO3. Reaksi yang terjadi sebagai berikut.
    enzim karbonat hidrase
    CO2 + H2O=> H2CO3 => H+ + HCO3

    Reaksi itu dapat berjalan dengan baik karena adanya enzim karbonat anhidrase. HCO3 akan keluar dari sel darah merah dan masuk plasma darah. Kedudukan HCO3 diganti dengan ion klorida. Proses seperti ini paling sering dilakukan, persentase terjadinya proses ini sekitar 65%. O2 yang masuk ke dalam jaringan kemudian akan diberikan pada mitokondria (organela sel) untuk respirasi seluler (lihat kembali bagan di depan). Dari respirasi selular itulah energi dihasilkan. Tetapi dalam peristiwa ini tidak hanya O2 saja yang diperlukan, melainkan juga makanan.

    7. Karena ketika berolahraga, sel sel di dalam tubuh kita membutuhkan lebih banyak oksigen, sehingga otak akan merangsang jantung untuk memompa darah lebih cepat ke sel sel tersebut. Darah yang dialirkan ke sel sel tersebut adalah darah yang banyak mengandung oksigen, yang diperoleh melalui proses pernapasan yang kemudian akan berdifusi ke darah. Akibatnya frekuensi pernapasan dan detak jantung akan meningkat dibandingkan dengan kondisi normal.

    8. Pemberian inhalasi pada penderita asma adalah pemberian obat secara langsung ke dalam saluran napas melalui hirupan. Pada asma, penggunaan obat secara inhalasi dapat mengurangi efek samping yang sering terjadi pada pemberian parenteral atau per oral, karena dosis yang sangat kecil dibandingkan jenis lainnya. Selain itu pemberian inhalasi adalah cara tercepat untuk menolong penderita asma dari sesak napas.

  15. TYSNZH says:

    1. Pernapasan perut atau pernapasan diafragma adalah pernapasan yang melibatkan otot diafragma.
    - Inspirasi :
    Dimulai dengan berkontraksinya otot diafragma yang menyebabkan diafragma menjadi mendatar. Sehingga rongga dada mengembang dan volume rongga dada meningkat, sedangkan tekanan dalam rongga dada menurun. Akibatnya udara dari luar yang memiliki tekanan udara yang lebih tinggi akan masuk. Dan terjadilah proses inspirasi.
    - Ekspirasi :
    Terjadi saat otot diafrafma berelaksasi, sehingga diafragma kembali ke bentuk semula (melengkung). Sehingga rongga dada mengempis dan volume rongga dada menurun, sedangkan tekanan dalam rongga dada meningkat. Akibatnya udara dari dalam (rongga dada) yang memiliki tekanan udara yang lebih tinggi akan keluar. Dan terjadilah proses ekpirasi.

    Pernapasan dada adalah pernapasan yang melibatkan otot antartulang rusuk.
    - Inspirasi :
    Berkontraksinya otot antartulang rusuk sehingga rongga dada membesar, akibatnya tekanan dalam rongga dada menjadi lebih kecil daripada tekanan di luar sehingga udara luar yang kaya oksigen masuk.
    - Ekspirasi :
    kembalinya otot antara tulang rusuk ke posisi semula yang dikuti oleh turunnya tulang rusuk sehingga rongga dada menjadi kecil. Sebagai akibatnya, tekanan di dalam rongga dada menjadi lebih besar daripada tekanan luar, sehingga udara dalam rongga dada yang kaya karbon dioksida keluar.

    2. Karena ikan gabus memiliki labirin, yaitu perluasan insang yang berlipat-lipat dan tidak beraturan. Labirin ini berfungsi sebagai tempat penyimpanan udara sehingga ikan dapat di air yang kadar oksigennya rendah.

    3. Pertukaran gas antara Oksigen dan Karbindioksida terjadi secara difusi yang terjadi di alveolus (paru-paru) dan sel jaringan tubuh. Proses difusi berlangsung dimulai dari gerakan molekul-molekul secara bebas melalui membran sel dari konsentrasi tinggi atau tekanan tinggi ke konsentrasi rendah atau tekanan rendah.

    4. Karena hati menghasilkan empedu secara terus-menerus yang ditampung dalam kantung empedu. Sehingga hati tergolong dalam alat ekskresi.

    5. Dengkuran menandakan adanya penyumbatan di saluran
    pernapasan saat seseorang sedang tidur. Suara dengkuran berasal dari usaha
    udara untuk melewati saluran yang menyempit itu.

    Secara sederhana, proses mendengkur bisa digambarkan sebagai berikut ini.
    Selama tidur, otot – termasuk otot pernapasan – menjadi lebih rileks
    dibandingkan dengan saat terjaga. Pada sebagian orang keadaan ini tidak jadi
    masalah. Namun pada beberapa orang, terutama yang berusia lanjut, otot yang
    rileks membuat saluran napas menyempit dan mengakibatkan penyumbatan.
    Kondisi di atas makin diperparah lagi apabila penderita dalam posisi tidur
    telentang, sehingga lidah yang melemas terjatuh ke belakang. Maka terjadi
    penyumbatan seperti leher botol. Getaran akibat turbulensi udara pada bagian
    lunak faring karena tekanan negatif di jalan pernapasan saat tidur itu
    muncul sebagai dengkur.

    6. a. Pernapasan Ekternal
    Pernapasan eksternal merupakan pertukaran O2 dari udara dengan CO2 dari kapiler darah dalam alveolus. Pada sistem pernapasan ekternal O2 di dalam elveolus masuk ke kapiler arteri darah dengan cara berdifusi. Proses difusi ini dapat berlangsung karena perbedaan tekanan parsial antara O2 dalam alveolus dengan O2 dalam kapiler darah. Tekanan parsial O2 dalam alveolus lebih tinggi dibanding O2 dalam kapiler darah. Proses difusi akan terjadi dari daerah yang bertekanan parsial tinggi ke daerah yang bertekanan parsial rendah. Di dalam kapiler arteri darah O2 kemudian akan diikat oleh hemoglobin. Proses pengikatan O2 oleh hemoglobin melalui reaksi sebagai berikut.

    Hb (hemoglobin) + O2 ==> HbO2 (oksihemoglobin)

    Oksigen atau O2 yang diikat hemoglobin akan dibawa ke seluruh tubuh untuk diberikan ke sel (mitokondria) untuk proses oksidasi. Oksidasi dalam sel akan menghasilkan CO2 yang kemudian akan diangkut lewat kapiler vena darah menuju alveolus. CO2 dalam alvelous ini akan dikeluarkan lewat paru-paru. CO2 diangkut sebagai ion bikarbonat (HCO3 ). Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut.

    Enzim karbonat anhidrase
    H+ + HCO3 => H2CO3 => H2O + CO2

    Reaksi tersebut bisa berjalan dengan baik karena adanya enzim karbonat anhidrase, yang terdapat dalam sel-sel darah merah.

    b. Pernapasan Internal
    Pernapasan internal, yaitu proses pertukaran O2 dan CO2 dari kapiler darah ke sel-sel tubuh Pada pernapasan internal O2 yang sudah terikat pada hemoglobin dalam bentuk oksihemoglobin diangkut menuju sel.
    HbO2 => Hb+O2
    Hemoglobin dalam darah berfungsi untuk mengikat dan melepaskan oksigen.
    Selanjutnya, oksi hemoglobin akan melepaskan O2 ke dalam jaringan tubuh atau sel. Kemudian O2 akan diterima oleh mitokondria untuk oksidasi. Semakin banyak O2 yang masuk ke dalam sel maka semakin banyak pula CO2 yang dihasilkan dari proses oksidasi. CO2 akan berdifusi masuk ke kapiler vena darah. CO2 ini akan diangkut oleh kapiler vena darah menuju alveolus. Pengangkutan CO2 tersebut melalui tiga cara berikut:

    - CO2 larut dalam plasma dan membentuk asam karbonat, reaksi yang terjadi sebagai berikut.
    CO2 + H2O ==> H2CO3
    Cara seperti ini dilakukan, tetapi persentase terjadinya hanya 5%.
    - CO2 diangkut dengan membentuk karbominohemoglobin. CO2 ini berdifusi ke dalam sel darah merah dan berikatan dengan Amin (-NH2). Amin merupakan protein dari hemoglobin. Proses seperti ini dilakukan, tetapi persentase terjadinya 30%.
    - CO2 diangkut dalam bentuk ion bikarbonat (HCO3). Proses ini berantai dan disebut pertukaran klorida. CO2 bersenyawa dengan air membentuk asam karbonat, yang mengurai menjadi H+ + HCO3. Reaksi yang terjadi sebagai berikut.
    enzim karbonat hidrase
    CO2 + H2O=> H2CO3 => H+ + HCO3

    Reaksi itu dapat berjalan dengan baik karena adanya enzim karbonat anhidrase. HCO3 akan keluar dari sel darah merah dan masuk plasma darah. Kedudukan HCO3 diganti dengan ion klorida. Proses seperti ini paling sering dilakukan, persentase terjadinya proses ini sekitar 65%. O2 yang masuk ke dalam jaringan kemudian akan diberikan pada mitokondria (organela sel) untuk respirasi seluler (lihat kembali bagan di depan). Dari respirasi selular itulah energi dihasilkan. Tetapi dalam peristiwa ini tidak hanya O2 saja yang diperlukan, melainkan juga makanan.

    7. Karena ketika berolahraga, sel sel di dalam tubuh kita membutuhkan lebih banyak oksigen, sehingga otak akan merangsang jantung untuk memompa darah lebih cepat ke sel sel tersebut. Darah yang dialirkan ke sel sel tersebut adalah darah yang banyak mengandung oksigen, yang diperoleh melalui proses pernapasan yang kemudian akan berdifusi ke darah. Akibatnya frekuensi pernapasan dan detak jantung akan meningkat dibandingkan dengan kondisi normal.

    8. Pemberian inhalasi pada penderita asma adalah pemberian obat secara langsung ke dalam saluran napas melalui hirupan. Pada asma, penggunaan obat secara inhalasi dapat mengurangi efek samping yang sering terjadi pada pemberian parenteral atau per oral, karena dosis yang sangat kecil dibandingkan jenis lainnya. Selain itu pemberian inhalasi adalah cara tercepat untuk menolong penderita asma dari sesak napas.

    TYAS N Z
    XI-SCIENCE 2 / 33

  16. Tyas Tysnzh says:

    1. Pernapasan perut atau pernapasan diafragma adalah pernapasan yang melibatkan otot diafragma.
    - Inspirasi :
    Dimulai dengan berkontraksinya otot diafragma yang menyebabkan diafragma menjadi mendatar. Sehingga rongga dada mengembang dan volume rongga dada meningkat, sedangkan tekanan dalam rongga dada menurun. Akibatnya udara dari luar yang memiliki tekanan udara yang lebih tinggi akan masuk. Dan terjadilah proses inspirasi.
    - Ekspirasi :
    Terjadi saat otot diafrafma berelaksasi, sehingga diafragma kembali ke bentuk semula (melengkung). Sehingga rongga dada mengempis dan volume rongga dada menurun, sedangkan tekanan dalam rongga dada meningkat. Akibatnya udara dari dalam (rongga dada) yang memiliki tekanan udara yang lebih tinggi akan keluar. Dan terjadilah proses ekpirasi.

    Pernapasan dada adalah pernapasan yang melibatkan otot antartulang rusuk.
    - Inspirasi :
    Berkontraksinya otot antartulang rusuk sehingga rongga dada membesar, akibatnya tekanan dalam rongga dada menjadi lebih kecil daripada tekanan di luar sehingga udara luar yang kaya oksigen masuk.
    - Ekspirasi :
    kembalinya otot antara tulang rusuk ke posisi semula yang dikuti oleh turunnya tulang rusuk sehingga rongga dada menjadi kecil. Sebagai akibatnya, tekanan di dalam rongga dada menjadi lebih besar daripada tekanan luar, sehingga udara dalam rongga dada yang kaya karbon dioksida keluar.

    2. Karena ikan gabus memiliki labirin, yaitu perluasan insang yang berlipat-lipat dan tidak beraturan. Labirin ini berfungsi sebagai tempat penyimpanan udara sehingga ikan dapat di air yang kadar oksigennya rendah.

    3. Pertukaran gas antara Oksigen dan Karbindioksida terjadi secara difusi yang terjadi di alveolus (paru-paru) dan sel jaringan tubuh. Proses difusi berlangsung dimulai dari gerakan molekul-molekul secara bebas melalui membran sel dari konsentrasi tinggi atau tekanan tinggi ke konsentrasi rendah atau tekanan rendah.

    4. Karena hati menghasilkan empedu secara terus-menerus yang ditampung dalam kantung empedu. Sehingga hati tergolong dalam alat ekskresi.

    5. Dengkuran menandakan adanya penyumbatan di saluran
    pernapasan saat seseorang sedang tidur. Suara dengkuran berasal dari usaha
    udara untuk melewati saluran yang menyempit itu.

    Secara sederhana, proses mendengkur bisa digambarkan sebagai berikut ini.
    Selama tidur, otot – termasuk otot pernapasan – menjadi lebih rileks
    dibandingkan dengan saat terjaga. Pada sebagian orang keadaan ini tidak jadi
    masalah. Namun pada beberapa orang, terutama yang berusia lanjut, otot yang
    rileks membuat saluran napas menyempit dan mengakibatkan penyumbatan.
    Kondisi di atas makin diperparah lagi apabila penderita dalam posisi tidur
    telentang, sehingga lidah yang melemas terjatuh ke belakang. Maka terjadi
    penyumbatan seperti leher botol. Getaran akibat turbulensi udara pada bagian
    lunak faring karena tekanan negatif di jalan pernapasan saat tidur itu
    muncul sebagai dengkur.

    6. a. Pernapasan Ekternal
    Pernapasan eksternal merupakan pertukaran O2 dari udara dengan CO2 dari kapiler darah dalam alveolus. Pada sistem pernapasan ekternal O2 di dalam elveolus masuk ke kapiler arteri darah dengan cara berdifusi. Proses difusi ini dapat berlangsung karena perbedaan tekanan parsial antara O2 dalam alveolus dengan O2 dalam kapiler darah. Tekanan parsial O2 dalam alveolus lebih tinggi dibanding O2 dalam kapiler darah. Proses difusi akan terjadi dari daerah yang bertekanan parsial tinggi ke daerah yang bertekanan parsial rendah. Di dalam kapiler arteri darah O2 kemudian akan diikat oleh hemoglobin. Proses pengikatan O2 oleh hemoglobin melalui reaksi sebagai berikut.

    Hb (hemoglobin) + O2 ==> HbO2 (oksihemoglobin)

    Oksigen atau O2 yang diikat hemoglobin akan dibawa ke seluruh tubuh untuk diberikan ke sel (mitokondria) untuk proses oksidasi. Oksidasi dalam sel akan menghasilkan CO2 yang kemudian akan diangkut lewat kapiler vena darah menuju alveolus. CO2 dalam alvelous ini akan dikeluarkan lewat paru-paru. CO2 diangkut sebagai ion bikarbonat (HCO3 ). Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut.

    Enzim karbonat anhidrase
    H+ + HCO3 => H2CO3 => H2O + CO2

    Reaksi tersebut bisa berjalan dengan baik karena adanya enzim karbonat anhidrase, yang terdapat dalam sel-sel darah merah.

    b. Pernapasan Internal
    Pernapasan internal, yaitu proses pertukaran O2 dan CO2 dari kapiler darah ke sel-sel tubuh Pada pernapasan internal O2 yang sudah terikat pada hemoglobin dalam bentuk oksihemoglobin diangkut menuju sel.
    HbO2 => Hb+O2
    Hemoglobin dalam darah berfungsi untuk mengikat dan melepaskan oksigen.
    Selanjutnya, oksi hemoglobin akan melepaskan O2 ke dalam jaringan tubuh atau sel. Kemudian O2 akan diterima oleh mitokondria untuk oksidasi. Semakin banyak O2 yang masuk ke dalam sel maka semakin banyak pula CO2 yang dihasilkan dari proses oksidasi. CO2 akan berdifusi masuk ke kapiler vena darah. CO2 ini akan diangkut oleh kapiler vena darah menuju alveolus. Pengangkutan CO2 tersebut melalui tiga cara berikut:

    - CO2 larut dalam plasma dan membentuk asam karbonat, reaksi yang terjadi sebagai berikut.
    CO2 + H2O ==> H2CO3
    Cara seperti ini dilakukan, tetapi persentase terjadinya hanya 5%.
    - CO2 diangkut dengan membentuk karbominohemoglobin. CO2 ini berdifusi ke dalam sel darah merah dan berikatan dengan Amin (-NH2). Amin merupakan protein dari hemoglobin. Proses seperti ini dilakukan, tetapi persentase terjadinya 30%.
    - CO2 diangkut dalam bentuk ion bikarbonat (HCO3). Proses ini berantai dan disebut pertukaran klorida. CO2 bersenyawa dengan air membentuk asam karbonat, yang mengurai menjadi H+ + HCO3. Reaksi yang terjadi sebagai berikut.
    enzim karbonat hidrase
    CO2 + H2O=> H2CO3 => H+ + HCO3

    Reaksi itu dapat berjalan dengan baik karena adanya enzim karbonat anhidrase. HCO3 akan keluar dari sel darah merah dan masuk plasma darah. Kedudukan HCO3 diganti dengan ion klorida. Proses seperti ini paling sering dilakukan, persentase terjadinya proses ini sekitar 65%. O2 yang masuk ke dalam jaringan kemudian akan diberikan pada mitokondria (organela sel) untuk respirasi seluler (lihat kembali bagan di depan). Dari respirasi selular itulah energi dihasilkan. Tetapi dalam peristiwa ini tidak hanya O2 saja yang diperlukan, melainkan juga makanan.

    7. Karena ketika berolahraga, sel sel di dalam tubuh kita membutuhkan lebih banyak oksigen, sehingga otak akan merangsang jantung untuk memompa darah lebih cepat ke sel sel tersebut. Darah yang dialirkan ke sel sel tersebut adalah darah yang banyak mengandung oksigen, yang diperoleh melalui proses pernapasan yang kemudian akan berdifusi ke darah. Akibatnya frekuensi pernapasan dan detak jantung akan meningkat dibandingkan dengan kondisi normal.

    8. Pemberian inhalasi pada penderita asma adalah pemberian obat secara langsung ke dalam saluran napas melalui hirupan. Pada asma, penggunaan obat secara inhalasi dapat mengurangi efek samping yang sering terjadi pada pemberian parenteral atau per oral, karena dosis yang sangat kecil dibandingkan jenis lainnya. Selain itu pemberian inhalasi adalah cara tercepat untuk menolong penderita asma dari sesak napas.

    TYAS N Z
    XI-SCIENCE 2 / 33

  17. 1. Pernapasan dada
    Pernapasan dada adalah pernapasan yang melibatkan otot antartulang rusuk. Mekanismenya dapat dibedakan sebagai berikut.

    Fase inspirasi, Fase ini berupa berkontraksinya otot antartulang rusuk sehingga rongga dada membesar, akibatnya tekanan dalam rongga dada menjadi lebih kecil daripada tekanan di luar sehingga udara luar yang kaya oksigen masuk.

    Fase ekspirasi, Fase ini merupakan fase relaksasi atau kembalinya otot antara tulang rusuk ke posisi semula yang dikuti oleh turunnya tulang rusuk sehingga rongga dada menjadi kecil. Sebagai akibatnya, tekanan di dalam rongga dada menjadi lebih besar daripada tekanan luar, sehingga udara dalam rongga dada yang kaya karbon dioksida keluar.

    Pernapasan perut
    Pernapasan perut adalah pernapasan yang melibatkan otot diafragma. Mekanismenya dapat dibedakan sebagai berikut.
    Fase inspirasi, Fase ini berupa berkontraksinya otot diafragma sehingga rongga dada membesar, akibatnya tekanan dalam rongga dada menjadi lebih kecil daripada tekanan di luar sehingga udara luar yang kaya oksigen masuk.

    Fase ekspirasi, Fase ini merupakan fase relaksasi atau kembalinya otot diaframa ke posisi semula yang dikuti oleh turunnya tulang rusuk sehingga rongga dada menjadi kecil. Sebagai akibatnya, tekanan di dalam rongga dada menjadi lebih besar daripada tekanan luar, sehingga udara dalam rongga dada yang kaya karbon dioksida keluar.

    2. Karena ikan gabus mempunyai labirin yang merupakan perluasan ke atas dari insang dan membentuk lipatan-lipatan sehingga merupakan rongga-rongga tidak teratur. Labirin ini berfungsi menyimpan cadangan 02 sehingga ikan tersebut tahan pada kondisi yang kekurangan 02.

    3. proses terjadinya pertukaran gas antara CO2 dan O2 dibagi menjadi dua,yaitu secara eksternal dan internal
    *Eksternal –> Pernapasan eksternal merupakan pertukaran O2 dari udara dengan CO2 dari kapiler darah dalam alveolus. Pada sistem pernapasan ekternal O2 di dalam elveolus masuk ke kapiler arteri darah dengan cara berdifusi.

    *Internal –> Pernapasan internal, yaitu proses pertukaran O2 dan CO2 dari kapiler darah ke sel-sel tubuh Pada pernapasan internal O2 yang sudah terikat pada hemoglobin dalam bentuk oksihemoglobin diangkut menuju sel.

    4. karena hati membantu fungsi ginjal dengan cara memecah beberapa senyawa yang bersifat racun dan menghasilkan amonia, urea, dan asam urat dengan memanfaatkan nitrogen dari asam amino. Proses pemecahan senyawa racun oleh hati disebut proses detoksifikasi.

    5. mendengkur biasanya disebabkan karena bernapas melalui mulut. Jaringan lembut pada langit-langit mulut dekat tenggorokan bergetar karena udara melewatinya saat Anda bernapas melalui mulut. Selain itu, bibir, pipi, dan lubang hidung Anda juga ikut bergetar. Posisi yang umum menyebabkan mendengkur adalah tidur terlentang. Hal ini karena mulut cenderung menganga dan lidah menghalangi saluran pernapasan.

    6. internal : Pernapasan internal, yaitu proses pertukaran O2 dan CO2 dari kapiler darah ke sel-sel tubuh Pada pernapasan internal O2 yang sudah terikat pada hemoglobin dalam bentuk oksihemoglobin diangkut menuju sel.

    eksternal : Pernapasan eksternal merupakan pertukaran O2 dari udara dengan CO2 dari kapiler darah dalam alveolus. Pada sistem pernapasan ekternal O2 di dalam elveolus masuk ke kapiler arteri darah dengan cara berdifusi.

    7. hal tersebut terjadi karena diotak kekurangan darah dan O2 sehingga jantung memompa darah yg mengandung O2 lebih cepat dan kita menghirup O2 lebih banyak agar kebutuhan oksigen di dalam tubuh dan darah terpenuhi.

    8. Fungsi dari obat inhalsi ini adalah untuk merubah bentuk obat cair menjadi menjadi aerosol yaitu partikel sangat kecil dengan ukuran kurang 5 mikron sehingga obat ikut aliran napas mencapai ke ujung paru. obat langsung terdeposisi di target organ yaitu paru paru, dosis lebih kecil sehingga efek samping juga lebih sedikit.

    Al Ghifary D
    XI IPA 2
    04

  18. Nur Aqmarina K XI A 2 / 20 says:

    1. Pada pernafasan perut yang aktif berkontraksi adalah otot diafragma sedangkan pada pernafasan dada yang aktif berkontraksi adalah otot antar tulang rusuk (muskulus interkostalis).

    2. Ikan gabus mampu hidup di dalam habitat yang berlumpur karena rongga insangnya mengalami perluasan. Perluasan insang yang berlipat – lipat dan tidak beraturan disebut Labirin. Labirin berfungsi sebagai tempat penyimpanan udara sehingga ikan dapat hidup ditempat yang memiliki kadar oksigen rendah.

    3. Pertukaran gas antara CO2 dan O2 di jaringan tubuh dan paruparu terjadi secara difusi. Saat inspirasi Oksigen masuk ke tubuh. Saat berada di alveolus oksigen mengalami difusi ke arteri pori pori. Masuknya O2 menyebabkan tekanan parsial alveolus lebih tinggi dari pada tekanan parsial kapiler arteri paru – paru. O2 diikat oleh Hemoglobin sampai jenuh, Hb yang membawa 4 molekul O2 disebut oksihemoglobin. Hemoglobin mengangkut oksigen ke seluruh tubuh dan berdifusi di sel sel tubuh. Semakin banyak O2 yang digunakan maka semakin banyak CO2 yang terbentuk dan berakibat PCO2 dalam sel lebih tinggi dari pada PCO2 di kapiler vena tubuh. Eritrosit berdifusi di paru – paru. CO2 keluar dengan cara ekspirasi

    4. karena hati menetralkan racun yang masuk ke dalam tubuh dan membunuh bibit penyakit.Zat warna empedu hasil perombakan sel darah merah yang telah rusak tidak langsung dikeluarkan oleh hati, tetapi dikeluarkan melalui alat pengeluaran lainnya. Misalnya, akan dibawa oleh darah ke ginjal dan dikeluarkan bersama-sama di dalam urin.

    5. Saat kondisi tidur, otot pernapasan menjadi lebih rileks
    dibandingkan dengan saat terjaga. Pada sebagian orang keadaan ini tidak jadi
    masalah. Namun pada beberapa orang, terutama yang berusia lanjut, otot yang
    rileks membuat saluran napas menyempit dan mengakibatkan penyumbatan.
    Kondisi di atas makin diperparah lagi apabila penderita dalam posisi tidur
    telentang, sehingga lidah yang melemas terjatuh ke belakang. Maka terjadi
    penyumbatan seperti leher botol. Getaran akibat turbulensi udara pada bagian
    lunak faring karena tekanan negatif di jalan pernapasan saat tidur itu
    muncul sebagai dengkur.

    6. Pernapasan eksternal adalah pertukaran oksigen dan karbon dioksida yang terjadi antara udara dalam gelembung paru-paru(alveolus) dengan darah dalam kapiler.
    Pernapasan internal adalah pertukaran oksigen dan karbon dioksida antara darah dalam kapiler dengan sel-sel jaringan tubuh.

    7. Karena saat berolahraga tubuh memerlukan lebih banyak oksigen yang digunakan untuk proses pembakaran tenaga agar tidak kekurangan jumlah oksigen dalam darah maka tubuh akan mengambil nafas lebih cepat dan jantung segera memompanya.

    8. Inhaler adalah obat asma yang lazim digunakan karena efeknya melegakan. Tapi, inhaler hanya bersifat menjaga dan melegakan ketika serangan asma datang, hal ini untuk mengendurkan otot bronkus sehingga rongga bronkus melebar.Sedangkan untuk mengontrol asma, atau mengubah asma berat menjadi terkontrol, pasien dianjurkan untuk mengonsumsi kombinasi inhaler dan controller.

  19. Firda Amalia says:

    1. Pernapasan dada adalah pernapasan yang melibatkan otot antartulang rusuk.
    # Fase inspirasi. Fase ini berupa berkontraksinya otot antartulang rusuk sehingga rongga dada membesar, akibatnya tekanan dalam rongga dada menjadi lebih kecil daripada tekanan di luar sehingga udara luar yang kaya oksigen masuk.
    # Fase ekspirasi. Fase ini merupakan fase relaksasi atau kembalinya otot antara tulang rusuk ke posisi semula yang dikuti oleh turunnya tulang rusuk sehingga rongga dada menjadi kecil. Sebagai akibatnya, tekanan di dalam rongga dada menjadi lebih besar daripada tekanan luar, sehingga udara dalam rongga dada yang kaya karbon dioksida keluar.

    Pernapasan perut adalah pernapasan yang melibatkan otot diafragma.
    # Fase inspirasi. Fase ini berupa berkontraksinya otot diafragma sehingga rongga dada membesar, akibatnya tekanan dalam rongga dada menjadi lebih kecil daripada tekanan di luar sehingga udara luar yang kaya oksigen masuk.
    # Fase ekspirasi. Fase ini merupakan fase relaksasi atau kembalinya otot diaframa ke posisi semula yang dikuti oleh turunnya tulang rusuk sehingga rongga dada menjadi kecil. Sebagai akibatnya, tekanan di dalam rongga dada menjadi lebih besar daripada tekanan luar, sehingga udara dalam rongga dada yang kaya karbon dioksida keluar.

    2. Ikan gabus mempunyai labirin yang merupakan perluasan ke atas dari insang dan membentuk lipatan-lipatan sehingga merupakan rongga-rongga tidak teratur. Labirin ini berfungsi menyimpan cadangan 02 sehingga ikan tahan pada kondisi yang kekurangan 02

    3. Proses pertukaran O2 dan CO2 di dalam tubuh terjadi melalui proses difusi. Oksigen yang sampai di alveolus akan berdifusi menembus selaput alveolus dan berikatan dengan haemoglobin (Hb) dalam darah yang disebut deoksigenasi dan menghasilkan senyawa oksihemoglobin (HbO). Sedangkan CO2 hasil respirasi akan berdifusi ke dalam darah yang selanjutnya dibawa ke paru-paru dan dikeluarkan melalui pernafasan.

    4. Hati dikatakan sebagai alat ekskresi karena empedu yang dikeluarkan mengandung zat sisa yang berasal dari sel darah merah yang rusak dan dihancurkan di dalam limpa.

    5. Suara kasar saat kita tidur ini biasanya disebabkan karena bernapas melalui mulut. Jaringan lembut pada langit-langit mulut dekat tenggorokan bergetar karena udara melewatinya saat kita bernapas melalui mulut. Selain itu, bibir, pipi, dan lubang hidung kita juga ikut bergetar. Posisi yang umum menyebabkan mendengkur adalah tidur terlentang. Hal ini karena mulut cenderung menganga dan lidah menghalangi saluran pernapasan. Salah satu solusinya adalah dengan mencoba tidur miring.

    6. Pernapasan eksternal adalah pertukaran oksigen dan karbon dioksida yang terjadi antara udara dalam gelembung paru-paru(alveolus) dengan darah dalam kapiler.
    Pernapasan internal adalah pertukaran oksigen dan karbon dioksida antara darah dalam kapiler dengan sel-sel jaringan tubuh.

    7. Karena pada saat berlari kita membutuhkan lebih banyak energi sehingga O2 yang dibutuhkan juga lebih banyak. Maka dari itu jantung harus memompa O2 lebih banyak untuk mencukupi energi kita. Itulah yang menyebabkan jantung kita berdetak lebih cepat.

    8. Alat ini disebut inhaler. Inhaler berfungsi untuk merelaksasikan otot-otot bronkus sehingga penderita asma dapat bernafas lebih mudah.

    FIRDA AMALIA MAHMUD
    XI IPA 2 / 12

  20. Adhelia Putri Permanasari says:

    Adhelia Putri Permanasari
    XI IPA 2 / 01

    1. Pada pernapasan dada, saat inspirasi keadaan tulang rusuk terangkat dan saat ekspirasi tulang rusuk turun. Sedanngkan pada pernapasan perut, keadaan diafragma datar dan saat ekspirasi diafragma naik.

    Proses pernapasan dada
    Inspirasi : otot antar tulang rusuk bagian luar berkontraksi sehingga tulang rusuk terangkat dan volume rongga dada membesar. Tekanan udara didalam rongga dada menjadi lebih kecil dibandingkan udara luar sehingga udara dari luar masuk ke dalam ruang alveoli.

    Ekspirasi : otot antar tulang rusuk bagian dalam kembali relaksasi sehingga tulang-tulang rusuk sedikit turun. Akibatnya, rongga dada menyempit sehingga udara terdorong keluar.

    Proses pernapasan perut
    Inspirasi : otot diafragma berkontraksi sehingga diafragma mendatar dan volume rongga dada bertambah besar. Tekanan dalam rongga dada menjadi kecil sehingga udara dari luar masuk ke paru-paru.

    Ekspirasi : Otot dinding rongga perut berkontraksi, sedngkan diafragma relaksasi. Akibatnya alat-alat dalam rongga perut terdorong keatas dan diafragma naik. Volume rongga dada menjadi kecil dan tekanan udara menjadi besar sehingga udara terdorong keluar.

    2. Insang tidak saja berfungsi sebagai alat pernapasan tetapi dapat pula berfungsi sebagai alat ekskresi garam-garam, penyaring makanan, alat pertukaran ion, dan osmoregulator. Beberapa jenis ikan mempunyai labirin yang merupakan perluasan ke atas dari insang dan membentuk lipatan-lipatan sehingga merupakan rongga-rongga tidak teratur. Labirin ini berfungsi menyimpan cadangan 02 sehingga ikan tahan pada kondisi yang kekurangan 02. Contoh ikan yang mempunyai labirin adalah: ikan gabus dan ikan lele. Untuk menyimpan cadangan 02, selain dengan labirin, ikan mempunyai gelembung renang yang terletak di dekat punggung.

    Sumber: http://kambing.ui.ac.id/bebas/v12/sponsor/Sponsor-Pendamping/Praweda/Biologi/0074%20Bio%202-8a.htm

    3. CO2 berdifusi kedalam darah, sebagian kecilnya bergabung dengan hemoglobin dan membentuk karboksihemoglobin. Kebanyakan CO2 akan berikatan dengan air membentuk asam karbonat. Dengan bantuan enzim karbonat anhidrase, asam karbonat segera terurai membentuk ion hydrogen (H+) dan ion bikarbonat (HCO3-). Ion bikarbonat yg terbentuk segera berdifusi keluar dari sel darah merah dan dibawa oleh plasma darah. Bagian globin dari hemoglobin akan berikatan dgn ion hydrogen membentuk HHb yg disebut hemoglobin tereduksi.

    4. Karena empedu mengeluarkan zat ekskresi berupa kolesterol pigmen bilirubin (hijau biru) dan biliverdin (kuning keemasan). Bilirubin akan dioksidasi menjadi urobilin (kuning coklat) yg berfungsi memberi warna pada usin dan tinja.

    5. Mendengkur merupakan henti nafas saat seseorang tertidur. Otot-otot saluran nafas melemas saat tidur. Akibatnya jalan nafas menyempit hingga menyumbat dan akhirnya tidak ada udara yg dapat lewat. Episode henti nafas bisa terjadi selama 10detik – >1menit. Karena sesak, otak akan terbangun sejenak untuk menarik nafas, tanpa disadari penderitanya. Akibatnya proses tidur jadi terpotong-potong. Henti nafas bisa terjadi ratusan kali semalam.

    Sumber: http://www.rumahsakitmitrakemayoran.com/mendengkur-%E2%80%93-8-bahaya-mendengkur/

    6. Respirasi eksternal berhubungan dengan proses pertukaran gas antara didalam alveolus dengan darah didalam kapiler paru-paru. Darah yang masuk ke kapiler paru-paru membawa CO2 bertekanan lebih tinggi daripada tekanan udara di atmosfer. Olek karena itu, CO2 berdifusi keluar dari darah masuk ke paru-paru.

    Respirasi internal berhubungan dengan pertukaran gas antara darah didalam pembuluh kapiler dengan cairan jaringan. Darah yg masuk ke kapiler mengandung oksihemoglobin. Oksihemoglobin akan membebaskan O2 sehingga verdifusi keluar dari darah dan masuk ke jaringan.

    7. Detak jantung dan frekuensi pernapasan manusia memiliki ukuran tersendiri. Apabila manusia melakukan kegiatan apalagi yg berat, hal tersebut akan memacu jantung bekerja lebih cepat pula sehingga detak jantungpun bertambah cepat. Frekuensi nafas pun akan bertambah karena saat melakukan kegiatan yg berat, manusia membutuhkan suplai O2 lebih banyak ke otak.

    8. Untuk melonggarkan saluran pernapasan penderita.

  21. putryardhana says:

    1. Pernapasan dada adalah pernapasan yang melibatkan otot antartulang rusuk sedangkan pernapasan perut adalah pernapasan yang melibatkan otot diafragma

    Mekanisme pernafasan dada dapat dibedakan sebagai berikut :
    a. Fase inspirasi. Fase ini berupa berkontraksinya otot antartulang rusuk sehingga rongga dada membesar, akibatnya tekanan dalam rongga dada menjadi lebih kecil daripada tekanan di luar sehingga udara luar yang kaya oksigen masuk.
    b. Fase ekspirasi. Fase ini merupakan fase relaksasi atau kembalinya otot antara tulang rusuk ke posisi semula yang dikuti oleh turunnya tulang rusuk sehingga rongga dada menjadi kecil. Sebagai akibatnya, tekanan di dalam rongga dada menjadi lebih besar daripada tekanan luar, sehingga udara dalam rongga dada yang kaya karbon dioksida keluar.

    Mekanisme pernafasan dapat dibedakan sebagai berikut :
    a. Fase inspirasi. Fase ini berupa berkontraksinya otot diafragma sehingga rongga dada membesar, akibatnya tekanan dalam rongga dada menjadi lebih kecil daripada tekanan di luar sehingga udara luar yang kaya oksigen masuk.
    b. Fase ekspirasi. Fase ini merupakan fase relaksasi atau kembalinya otot diaframa ke posisi semula yang dikuti oleh turunnya tulang rusuk sehingga rongga dada menjadi kecil. Sebagai akibatnya, tekanan di dalam rongga dada menjadi lebih besar daripada tekanan luar, sehingga udara dalam rongga dada yang kaya karbon dioksida keluar.

    2. Karena ikan gabus mempunyai labirin yang merupakan perluasan ke atas dari insang dan membentuk lipatan-lipatan sehingga merupakan rongga-rongga tidak teratur. Labirin ini berfungsi menyimpan cadangan oksigen sehingga ikan tersebut tahan pada kondisi yang kekurangan oksigen.

    3. Pengangkutan O2
    Pertukaran gas antara O2 dengan CO2 terjadi di dalam alveolus dan jaringan tubuh, melalui proses difusi. Oksigen yang sampai di alveolus akan berdifusi menembus selaput alveolus dan berikatan dengan haemoglobin (Hb) dalam darah yang disebut deoksigenasi dan menghasilkan senyawa oksihemoglobin (HbO) seperti reaksi berikut :

    Sekitar 97% oksigen dalam bentuk senyawa oksihemoglobin, hanya 2 – 3% yang larut dalam plasma darah akan dibawa oleh darah ke seluruh jaringan tubuh, dan selanjutnya akan terjadi pelepasan oksigen secara difusi dari darah ke jaringan tubuh, seperti reaksi berikut :

    Pengangkutan CO2
    Karbondioksida (CO2) yang dihasilkan dari proses respirasi sel akan berdifusi ke dalam darah yang selanjutnya akan diangkut ke paru-paru untuk dikeluarkan sebagai udara pernapasan.
    Ada 3 (tiga) cara pengangkutan CO2 :
    Sebagai ion karbonat (HCO3), sekitar 60 – 70%.
    Sebagai karbominohemoglobin (HbCO2), sekitar 25%.
    Sebagai asam karbonat (H2CO3) sekitar 6 – 10%.

    4. Hati menghasilkan cairan empedu secara terus-menerus yang ditampung dalam kantung empedu. Empedu sendiri adalah tumpukan sel darah merah yang rusak dan tidak terpakai, berfungsi untuk pembentukan urea. karena hati menetralkan racun yang masuk ke dalam tubuh dan membunuh bibit penyakit. Zat warna empedu hasil perombakan sel darah merah yang telah rusak tidak langsung dikeluarkan oleh hati, tetapi dikeluarkan melalui alat pengeluaran lainnya. (akan dibawa oleh darah ke ginjal dan dikeluarkan bersama-sama di dalam urin) .

    5. Mendengkur biasanya disebabkan karena terhalangnya jalan napas. Saat kondisi tidur, otot pernapasan menjadi lebih rileks. otot yang
    rileks membuat saluran napas menyempit dan mengakibatkan penyumbatan.
    Jaringan lunak pada langit-langit mulut di dekat tenggorokan bergetar karena udara yang melewatinya saat bernapas melalui mulut. Getaran akibat turbulensi udara pada bagian lunak faring karena tekanan negatif di jalan pernapasan saat tidur itu
    muncul sebagai dengkur.Selain itu, bibir, pipi, dan lubang hidung juga ikut bergetar.

    6. Pernapasan eksternal adalah pertukaran oksigen dan karbon dioksida yang terjadi antara udara dalam gelembung paru-paru dengan darah dalam kapiler.

    Pernapasan internal adalah pertukaran oksigen dan karbon dioksida antara darah dalam kapiler dengan sel-sel jaringan tubuh.

    7. Hal tsb dapat terjadi setelah berolahraga, bekerja sangat keras, atau dapat disebabkan oleh karena: kerusakan jaringan jantung. saya ambil contoh setelah berlari, ketika kita berlari, kita menggunakan banyak energi. Energi ini dihasilkan dari pembakaran makanan, terutama lemak dan gula. Untuk mengubah makanan ini menjadi energi, tubuh memerlukan oksigen. Untuk alasan inilah kita harus menarik napas lebih dalam. Oksigen di bawa oleh darah ke otot – otot. Oleh karena itu, jantung harus berdenyut lebih cepat. Aliran darah tambahan inilah yang membuat wajah kita menjadi merah ketika kita berlari. Lari sangat baik bagi jantung dan paru – paru itu bekerja dengan lebih baik.

    8. Obat ini disebut inhaler. Inhaler adalah obat asma yang lazim digunakan karena efeknya melegakan. Tapi, inhaler hanya bersifat menjaga dan melegakan ketika serangan asma datang, hal ini untuk mengendurkan otot bronkus sehingga rongga bronkus melebar. Pemberian inhaler adalah pemberian obat secara langsung ke dalam saluran napas melalui hirupan.
    Fungsi dari obat inhaler ini adalah untuk merubah bentuk obat cair menjadi menjadi aerosol yaitu partikel sangat kecil dengan ukuran kurang 5 mikron sehingga obat ikut aliran napas mencapai ke ujung paru. obat langsung terdeposisi di target organ yaitu paru paru, dosis lebih kecil sehingga efek samping juga lebih sedikit. Pada asma, penggunaan obat secara inhaler dapat mengurangi efek samping yang sering terjadi pada pemberian parenteral atau per oral, karena dosis yang sangat kecil dibandingkan jenis lainnya.

    Putri Ardhana R.S
    XI IPA 2 / 23

  22. zidan says:

    1.pernapasan dada menggunakan otot antar tulang rusuk, pernapasan perut menggunakan otot diafragma.

    2.ikan gabus yang hidup di lumpur mempunyai labirin yang merupakan perluasan ke atas dari insang dan membentuk lipatan-lipatan yang mempunyai fungsi untuk menyimpan cadangan oksigen sehingga bisa bertahan di lumpur.

    3.Pertukaran gas O2 dan CO2 yang terjadi di paru-paru dan jaringan tubuh melalui proses difusi.O2 masuk ke dalam tubuh melalui hidung sampai alveolus. Di alveolus O2 mengalami difusi ke kapiler arteri pori-pori. Hal ini menyebabkan tekanan parsial O2 dialveolus lebih tinggi daripada tekanan parsial di kapiler arteri paru-paru. Kemudian O2 diikat oleh eritrosit yang mengandung hemoglobin. Hemoglobin akan mengangkut O2 ke jaringan tubuh kemudian akan berdifusi masuk ke sel-sel tubuh untuk respirasi. Semakin banyak O2 yang digunakan, semakin banyak CO2 yang terbentuk. Hal ini menyebabkan tekanan parsial CO2 dalam sel tubuh lebih tinggi daripada tekanan parsial CO2 dalam kapiler vena. Lalu CO2 berdifusi dari sel tubuh ke kapiler vena menuju paru-paru. Di paru-paru terjadi difusi dari kapiler vena ke alveolus. CO2 keluar melalui hidung.

    4.Hati termasuk organ ekskresi karena mendukung kerja ginjal. Hati dapat mengubah amonia yang bersifat racun bagi tubuh ke dalam urea, Urea kemudian dialirkan melalui pembuluh darah lalu ke ginjal. Sedangkan empedu, merupakan zat pewarna urine dan feses.

    5.selama tidur, otot – termasuk otot pernapasan – menjadi lebih rileks
    dibandingkan dengan saat terjaga. Pada sebagian orang keadaan ini tidak jadi
    masalah. Namun pada beberapa orang, terutama yang berusia lanjut, otot yang
    rileks membuat saluran napas menyempit dan mengakibatkan penyumbatan.
    Kondisi di atas makin diperparah lagi apabila penderita dalam posisi tidur
    telentang, sehingga lidah yang melemas terjatuh ke belakang. Maka terjadi
    penyumbatan seperti leher botol. Getaran akibat turbulensi udara pada bagian
    lunak faring karena tekanan negatif di jalan pernapasan saat tidur itu
    muncul sebagai dengkur.

    6.internal : Pernapasan internal, yaitu proses pertukaran O2 dan CO2 dari kapiler darah ke sel-sel tubuh Pada pernapasan internal O2 yang sudah terikat pada hemoglobin dalam bentuk oksihemoglobin diangkut menuju sel.
    eksternal : Pernapasan eksternal merupakan pertukaran O2 dari udara dengan CO2 dari kapiler darah dalam alveolus. Pada sistem pernapasan ekternal O2 di dalam elveolus masuk ke kapiler arteri darah dengan cara berdifusi.

    7.karena sehabis kita berolahraga misalnya lari, oksigen kita akan banyak yang hilang dari tubuh sehingga kita harus banyak mngambil nafas agar oksigen di dalam tubuh bisa kembali.

    8.Inhaler adalah obat asma yang lazim digunakan karena efeknya melegakan. Tapi, inhaler hanya bersifat menjaga dan melegakan ketika serangan asma datang, hal ini untuk mengendurkan otot bronkus sehingga rongga bronkus melebar.Sedangkan untuk mengontrol asma, atau mengubah asma berat menjadi terkontrol, pasien dianjurkan untuk mengonsumsi kombinasi inhaler dan controller. bisa juga dengan olahraga teratur akan mengurangi kedatangan asma.

    Andi Fikri Zaidan
    XI IPA 2/05

  23. 1. Pada pernapasan dada melibatkan otot tulang rusuk. Sedangkan pada pernapasan perut melibatkan otot diafragma.

    Mekanisme pernapasan dada
    a. Fase inspirasi : Berkontraksinya otot antartulang rusuk sehingga rongga dada membesar, akibatnya tekanan dalam rongga dada menjadi lebih kecil daripada tekanan di luar sehingga udara luar yang kaya oksigen masuk.
    b. Fase ekspirasi. : otot antara tulang rusuk relaksasi ke posisi semula yang dikuti oleh turunnya tulang rusuk sehingga rongga dada menjadi kecil. akibatnya, tekanan di dalam rongga dada menjadi lebih besar daripada tekanan luar, sehingga udara dalam rongga dada yang kaya karbon dioksida keluar.

    Mekanisme pernapasan perut
    a. Fase inspirasi. : Fase ini berupa berkontraksinya otot diafragma sehingga rongga dada membesar, akibatnya tekanan dalam rongga dada menjadi lebih kecil daripada tekanan di luar sehingga udara luar yang kaya oksigen masuk.
    b. Fase ekspirasi : Fase ini merupakan fase relaksasi atau kembalinya otot diaframa ke posisi semula yang dikuti oleh turunnya tulang rusuk sehingga rongga dada menjadi kecil. Sebagai akibatnya, tekanan di dalam rongga dada menjadi lebih besar daripada tekanan luar, sehingga udara dalam rongga dada yang kaya karbon dioksida keluar

    2.ikan gabus adalah salah satu ikan yang mempunyai labirin yang merupakan perluasan ke atas dari insang dan membentuk lipatan-lipatan sehingga merupakan rongga-rongga tidak teratur. Labirin ini berfungsi menyimpan cadangan 02 sehingga ikan tahan pada kondisi yang kekurangan 02.

    3. Pertukaran gas antara oksigen dan karbon dioksida terjadi melalui proses difusi. Proses difusi ini berlangsung secara sederhana, yaitu hanya dengan gerakan molekul-molekul secara bebas melalui membrann sel dari konsentrasi tinggi atau tekanan tinggi ke konsentrasi rendah atau tekanan rendah.

    4. Karena hati dapat menetralkan racun dan membunuh bibit-bibit penyakit seperti kuman. Selain itu empedu pada hati merupakan hasil perombakan eritrosit yang merupakan zat warna pada urin. Hal ini dapat mendukung kerja ginjal.

    5. Selama tidur, otot, termasuk otot pernapasan menjadi lebih rileks
    dibandingkan dengan saat terjaga. Pada sebagian orang keadaan ini tidak jadi
    masalah. Namun pada beberapa orang, terutama yang berusia lanjut, otot yang
    rileks membuat saluran napas menyempit dan mengakibatkan penyumbatan.
    Kondisi di atas makin diperparah lagi apabila penderita dalam posisi tidur
    telentang, sehingga lidah yang melemas terjatuh ke belakang. Maka terjadi
    penyumbatan seperti leher botol. Getaran akibat turbulensi udara pada bagian
    lunak faring karena tekanan negatif di jalan pernapasan saat tidur itu
    muncul sebagai dengkur.

    6. Pernapasan eksternal adalah pertukaran oksigen dan karbon dioksida yang terjadi antara udara dalam gelembung paru-paru(alveolus) dengan darah dalam kapiler.
    Pernapasan internal adalah pertukaran oksigen dan karbon dioksida antara darah dalam kapiler dengan sel-sel jaringan tubuh.

    7. Karena saat kita berlari, kita menggunakan banyak oksigen yang ada pada tubuh kita. Sehingga saat kita selesai berlari, kita harus mengumpulkan kembali oksigen tersebut yang mengakibtkan frekuensi bernafas dan detak jantung kita meningkat.

    8. inhaler berfungsi untuk merubah bentuk obat cair menjadi menjadi aerosol yaitu partikel sangat kecil dengan ukuran kurang 5 mikron sehingga obat ikut aliran napas mencapai ke ujung paru. obat langsung terdeposisi di target organ yaitu paru paru.

  24. Rizqi Achmad says:

    1.pernapasan dada : menggunakan otot antar tulang rusuk
    pernapasan perut : menggunakan otot diafragma

    2.karena ikan gabus yang hidup di lumpur mempunyai labirin yang berfungsi untuk menyimpan cadangan oksigen sehingga bisa hidup di lumpur.

    3.Pertukaran gas O2 dan CO2 yang terjadi di paru-paru dan jaringan tubuh melalui proses difusi.O2 masuk ke dalam tubuh melalui hidung sampai alveolus. Di alveolus O2 mengalami difusi ke kapiler arteri pori-pori. Hal ini menyebabkan tekanan parsial O2 dialveolus lebih tinggi daripada tekanan parsial di kapiler arteri paru-paru. Kemudian O2 diikat oleh eritrosit yang mengandung hemoglobin. Hemoglobin akan mengangkut O2 ke jaringan tubuh kemudian akan berdifusi masuk ke sel-sel tubuh untuk respirasi. Semakin banyak O2 yang digunakan, semakin banyak CO2 yang terbentuk. Hal ini menyebabkan tekanan parsial CO2 dalam sel tubuh lebih tinggi daripada tekanan parsial CO2 dalam kapiler vena. Lalu CO2 berdifusi dari sel tubuh ke kapiler vena menuju paru-paru. Di paru-paru terjadi difusi dari kapiler vena ke alveolus. CO2 keluar melalui hidung.

    4.karena hati mendukung kerja ginjal. Hati dapat mengubah amonia yang bersifat racun ke dalam urea,kemudian urea dialirkan melalui pembuluh darah terus ke ginjal. sedangkan empedu, merupakan zat pewarna urine dan feses.

    5.waktu tidur, otot (termasuk otot pernapasan) menjadi lebih rileks
    dibandingkan dengan saat terjaga. Pada sebagian orang keadaan ini tidak jadi
    masalah. Namun pada beberapa orang, terutama yang berusia lanjut, otot yang
    rileks membuat saluran napas menyempit dan mengakibatkan penyumbatan.
    Kondisi di atas makin diperparah lagi apabila penderita dalam posisi tidur
    telentang, sehingga lidah yang melemas terjatuh ke belakang. Maka terjadi
    penyumbatan seperti leher botol. Getaran akibat turbulensi udara pada bagian
    lunak faring karena tekanan negatif di jalan pernapasan saat tidur itu
    muncul sebagai dengkur.

    6.internal : yaitu proses pertukaran O2 dan CO2 dari kapiler darah ke sel-sel tubuh Pada pernapasan internal O2 yang sudah terikat pada hemoglobin dalam bentuk oksihemoglobin diangkut menuju sel.
    eksternal : yaitu pertukaran O2 dari udara dengan CO2 dari kapiler darah dalam alveolus. Pada sistem pernapasan ekternal O2 di dalam elveolus masuk ke kapiler arteri darah dengan cara berdifusi.

    7. Karena saat berolahraga, sel sel di dalam tubuh kita membutuhkan lebih banyak oksigen, sehingga otak akan merangsang jantung untuk memompa darah lebih cepat ke sel sel tersebut. Darah yang dialirkan ke sel sel tersebut adalah darah yang banyak mengandung oksigen, yang diperoleh melalui proses pernapasan yang kemudian akan berdifusi ke darah. Akibatnya frekuensi pernapasan dan detak jantung akan meningkat dibandingkan dengan kondisi normal.

    8.Inhaler adalah obat asma yang lazim digunakan karena efeknya melegakan. Tapi, inhaler hanya bersifat menjaga dan melegakan ketika serangan asma datang, hal ini untuk mengendurkan otot bronkus sehingga rongga bronkus melebar.Sedangkan untuk mengontrol asma, atau mengubah asma berat menjadi terkontrol dengan olahraga teratur akan mengurangi kedatangan asma.

    rizqi achmad maulidin
    XI IPA 1/25

  25. 1. Pernafasan perut: melibatkan diafragma
    – Inspirasi: otot diafragma kontraksi, diafragma mendatar & volume rongga bertmbh besar. Tekanan di dlm rongga dada menjd kecil, udara dr luar msk ke paru2.
    – Ekspirasi: otot dinding rongga kontraksi, diafragma relaksasi. Diafragma naik, vol rongga dada menjd kecil & tekanan udara menjd besar sehingga udara keluar.
    Pernafasan dada: melibatkan otot antar tulang rusuk
    – Inspirasi: otot antar tulang rusuk kontraksi, tulang rusuk terangkat, vol rongga dada membesar. Tekanan udara di dlm rongga dada udara dr luar msk ke dlm ruang alveoli
    – Ekspirasi: otot antar tulang rusuk relaksasi, tulang rusuk turun. Rongga dada menyempit, udara terdorong keluar

    2. Krn ikan gabus memiliki labirin, yg fungsinya utk menyimpan udara dlm keadaan berlumpur.

    3. Pd paru2: Darah yg msk ke kapiler paru2 membawa CO2 bertekanan lbh tinggi drpd udara atmosfer, sehingga CO2 berdifusi keluar dr darah & msk ke paru2. Darah yg msk ke kapiler paru2 mengandung sedikit O2, sedangkan udara di dlm alveolus mengandung O2 bertekanan tinggi. Krn itu, O2 berdifusi ke dlm plasma utk membentuk HbO2.
    Pd jaringan darah: Darah yg msk ke kapiler mengandung Hb2. Ini akan membebaskan O2 sehingga berdifusi keluar dr darah & msk ke jaringan. Stlh CO2 berdifusi dlm darah, sebagian kecilnya bergabung dgn Hb & membentuk karboksihemoglobin, lalu menjd H+ + HCO3-

    4. Krn hati membantu ginjal dlm melakukan detoksifikasi, yaitu proses penghancuran senyawa yg bersifat racun yg msk ke dlm tubuh.

    5. Mendengkur terjd krn terhalangnya jln pernafasan, & proses bernafas dilakukan dgn mulut. Jaringan lembut pd langit2 mulut dekat tenggorokan bergertar krn udara melewatinya saat bernafas melalui mulut. Selain itu, bibir, pipi, & lubang hidung jg ikut bergetar. Umumnya, org mendengkur krn tidur terlentang, sebab ketika itulah mulut cenderung menganga lidah menghalangi saluran pernafasan.

    6. Pernafasan internal–> berhubungan dgn pertukaran gas antara darah di dlm pembuluh kapiler dgn cairan jaringan
    – Darah yg msk ke kapiler mengandung oksihemoglobin. Oksihemoglobin akan membebaskan O2 sehingga berdifusi keluar dr darah & msk ke jaringan.
    – Stlh CO2 berdifusi dgn darah, sebagian kecilnya bergabung dgn hemoglobin & membentuk karboksihemoglobin. Kebanyakan CO2 akan berikatan dgn air membentuk asam karbonat. Dgn bantuan enzim karbonat anhidrase, asam karbonat segera terurai membentuk ion hidrogen (H+) & ion bikarbonat (HCO3-)
    Pernafasan eksternal–> berhubungan dgn pertukaran gas antara udara di dlm alveolus dgn darah di dlm kapiler paru2
    – Darah yg msk ke kapiler paru2 membawa CO2 bertekanan lbh tinggi drpd tekanan udara di atmosfer. Krn itu, CO2 terdifusi keluar dr darah msk ke paru2.
    – Sebagian besar CO2 yg dibawa oleh plasma darah berupa ion2 bikarbonat (HCO3-), sedangkan sisanya berupa CO2 bebas yg segera berdifusi keluar tubuh. Stlh mendpt ion hidrogen (H+) dr HHb, ion bikarbonat membentuk asam karbonat. Selanjutnya, asam karbonat (H2CO3) terurai menjd air & karbon dioksida
    – Darah yg msk ke kapiler paru2 mengandung sedikit O2, sedangkan udara di dlm alveolus mengandung bnyk O2 bertekanan tinggi. Krn itulah, O2 berdifusi ke dlm plasma & msk ke dlm el2 darah merah di dlm paru2. Selanjutnya, hemoglobin menangkap O2 membentuk oksihemoglobin (HbO2)

    7. When we’re doing an exercise, like running, we need some energy. Energy can be obtained from food and oxygen. While we’re running, we need more oxygen, and our heart will work harder to process the blood cycle and oxygen supply.

    8. When somebody suffers for asthma, his respiratory tract becomes thinner, and it causes difficulty for breathing. Mouth spray medicine’s function is relexing bronchi muscles in order to expand bronchi cavity, so that it will easier to breathe.

  26. asslm jadi menurut pak guru yang nomor 7 apa jawaban yg paling benar?Kalau ada pertanyaan sbb:
    Olahraga teratur tetapi tidak berlebihan baik bagi kesehatan kita. mengapa kita harus bernapas lebih dalam ketika sedang berolahraga daripada ketika sedang istirahat?
    a. Untuk mengurangi kadar CO2 yang meningkat
    b. Untuk mengambil lebih banyak udara ke dalam paru-paru
    c. Karena otot memerlukan lebih banyak energi
    d. Karena jantung kita beerdetak lebih cepat
    e. Karena tubuh kita memerlukan udara lebih bnyak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s