Emang bisa?,..pertanyaan yang pasti muncul dibenak kita. Wah apa kita perlu belajar ke alm. mama Lorenzt atau ngantri ke rumah Ki joko bodho yang lagi ikut take a celebrity out
Rupanya pertanyaan tersebut tidaklah memerlukan jawaban yang ribet, atau membuat kita memeras otak. Hmm…”bercerita mode on”

Pada malam yang cerah dengan pantulan sinar matahari lewati bulan (ini baru ribet…hwe..) kita sering tak menghiraukannya, ah dah biasa. kita lebih asyik berjalan-jalan dengan mengagumi keindahan bulan ajach. Perhatikan dech, bintang (notabene::matahari) juga luar biasa indah lho, sinarnya berkelap-kelip. ada yang memancarkan warna merah,ada juga yang biru. lha terus korelasinya ama judul diatas apa dunk? coba dech kita ingat lagi pelajaran SMA dlu, kata bu Endah (guru fisika ku waktu SMA dlu) cahaya itu memiliki kecepatan sekitar 300.000 km/detik.
jadi setiap detiknya jarak yang bisa ditempuh adalah 300.000 km, lain lagi dengan apa yang dikatakan bu Ika (ni guru Biologi ku), bahwa untuk dapat melihat syaratnya harus ada benda, cahaya dan reseptor/mata kita. intinya cahaya tersebut bisa kita tangkap lewat mata karena ada cahaya yang merambat dan kemudian ditangkap oleh mata kita. So bintang itu bisa sampai kita lihat karena ada rambatan cahaya dan kita melihatnya dengan mata.

Nah, td kan udah disebutkan cahaya itu juga memiliki waktu rambat untuk sampai kemata kita, kalo kita lihat data yang dimiliki oleh NASA dituliskan bahwa jarak bintang itu ada yang 120 tahun cahaya, 800 tahun cahaya, 40 tahun cahaya. waduh kalo begitu cahaya saja memerlukan waktu 40 tahun untuk bisa nyampe ke bintang tersebut.

Males baca ah kalo jadi ribet….jadi bintang dimalam hari yang kita lihat itu bukanlah bintang pada saat ini, bisa bintang 40 tahun lalu, bintang 650 tahun lalu, bintang 5 tahun lalu bergantung jaraknya dari bumi. “oskestra aneh” lah yang kita liat pada langit dimalam hari, bagaimana tidak, disana direpresentasikan durasi waktu yang berbeda oleh Alloh SWT. bahkan bulan dan matahari yang kita lihat bukanlah keduanya pada saat ini, tapi keduanya pada 1 menit dan 7 menit yang lalu. tapi hitunganya terlalu panjang kalau ditulis disini, tinggal dicari jarak antara bumi dan matahari terus dibagi dengan kecepatan cahaya.mau coba? silahkan.

About JavAurora

Aku bagai berjalan di atas air, beriak tapi tak berbekas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s