Termakan oleh cerita masa kecil, yang terlintas dalam pikiran kita ketika berbicara soal amal baik Dan buruk adalah adanya 2 malaikat yang senantiasa mengikuti kita untuk menulis amal baik dan hal buruk yang kita gunakan. Itu sama seperti yang diceritakan nenek saya ketika masih kecil, tidak ada yang salah dengan cerita tersebut. Tapi seperti halnya pelajaran perkalian sewaktu kita SD dahulu, semakin tinggi tingkatan pendidikan semakin rumit soal perkalian yang kita dapatkan, nah analogi tersebut sama dengan permasalahan yang akan kita bahas pada kesempatan ini.

Ketika saya menuliskan amalan baik dan buruk, pasti sebagian besar dari pembaca berimaginasi adanya 2 malaikat yang stand by untuk mencatat hal tersebut, sebenarnya kalo kita berpikir seperti itu terlalu meremehkan kemampuan malaikat yang dahulu diciptakan dari cahaya (nur). Kok bisa? Yuk kita bahas. Esai tentang ini saya temukan ketika membaca buku bang Agus M, yang mengungkapkan tentang kekuasaan Allah yang Maha Besar.

Tahu einstien kan? Albert einstein tu lho, doi yang menemukan rumus E=mc2. Einstein mengulas tentang hukum kekekalan energi. Artinya apaan? Dia mengungkapkan bahwa energi itu tidak dapat musnah, alias energi itu kekal, dia hanya akan berubah menjadi energi lain. Yups, energi listrik berubah menjadi energi cahaya contohnya lampu dirumah kita. Terus apa hubungannya dengan amalan manusia? Sebagaimana kita ketahui bahwa manusia merupakan pabrik energi, energi kita dapatkan dari makanan yang kita konsumsi ataupun sumber lain. Energi tersebut kita gunakan untuk melakukan tindakan/berbuat, berbicara, berpikir bahkan batuk dan bersin. Aktivitas-aktivitas tersebut merupakan  energi yang telah dikeluarkan dari tubuh kita.

Nah energi yang keluar dari tubuh kita tersebut akan berubah menjadi bentuk energi lain. Bingung ya? Sama seperti saya ketika baru memahami hal tersebut, untuk mudahnya kita gunakan analogi CD, ya CD yang biasa kita putar dirumah. Segala perbuatan, tindakan, bahkan pikiran yang berupa energi dan keluar dari tubuh kita akan berubah menjadi energi lain yang “mungkin” sedang berkumpul dalam “CD” yang nanti akan di putar sewaktu kita diminta pertanggung jawaban. So kalau bayangan kita selama ini bahwa ada 2 malaikat yang sedang mengawasi kita dengan memegang pensil dan kertas mencatat amalan kita perlu di evaluasi. Karena sepertinya semuanya telah diatur serba otomatis oleh Allah SWT.

Akhir dari tulisan ini adalah kita sebagai hamba wajib berusaha untuk menguak misteri yang belum tersibak untuk menambah keyakinan kita akan kebesaran Allah SWT.

About JavAurora

Aku bagai berjalan di atas air, beriak tapi tak berbekas

3 responses »

  1. aprilisa says:

    yang ak tangkep, malaikat punya alat (ato malaikat itu sendiri alatnya???) buat menangkap energi yang kita keluarkan saat berbuat, bahkan saat hanya memikirkan atau merasakan sesuatu, trus mengubahnya menjadi data dengan dua kategori besar yaitu data amal dan data dosa yang akan di-save tp datanya gak cuma read-able tp jg edit-able, jd bisa di-move atau di-delete (dg cara2 kyk puasa atau didzalimi orang…hehe). Gitu ta mas?

    • aprilisa says:

      betul…betul…wah, sui gak ktemu…ktemu pisan di dunia maya, sampean makin bijak mas…oia, kl blh komen nglantur dikit..lewat tulisan gini mas, sampean bisa mengukir jejak…tak hanya menimbulkan riak.Apa lagi kl ada versi offline nya.Tambah sipp iku..hehe!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s