Poliploidisasi secara alami dapat disebabkan oleh faktor lingkungan seperti suhu, tekanan, ketinggian tempat dan sebagainya. Menurut Ayala, dkk (1984 dalam Corebima 2000) menyatakan bahwa poliploidisasi secara alami di alam ditemukan pada tumbuhan dan jarang ditemukan pada hewan.

Organisme poliploidi adalah suatu organisme yang mempunyai tiga atau lebih perangkat kromosom (Ayala,1984 dalam Corebima 2000). Poliploidi terjadi karena ada penggandaan perangkat kromosom secarta keseliruhan (Corebima 2000). Dalam hal ini dari individu yang tergolong diploid dapat menghasilkan turunan yang triploid dan tetraploid. Poliploidi dapat terjadi secara spontan maupun sebagai akibat dari perlakuan (Russel, 1992).

Induksi poliplodi dalam budidaya ikan sangat menarik perhatian masyarakat maupun para peneliti dibidang perikanan. Induksi poliploidi pada ikan  dapat dilakukan melalui perlakuan secara fisik maupun kimia. Cara fisik ini dilakukan antara lain dengan cara kejutan panas, kejutan dingin, tekanan, kejutan listrik dan radiasi.sedangkan cara kimia dilakukan dengan zat-zat anti pembelahan sperti kolkisin, sitokalasin dan vncristine. Dengan  kedua cara ini maka dapat mencegah peloncatan polar bodi II atau pembelahan sel pertama pada telur terfertilisasi (Thogaar,1983; Yamazaki, 1983; Carman, dkk1992; Chepped dan Bromage, 1996).

Berikut ini merupakan cara membuat ikan poliploid, yang pada akhirnya bisa didapatkan ikan diploid, triploid bahkan tetraploid::

1.  Memilih induk ikan mas

2. Menyiapkan kolam untuk pemijahan dan menyiapkan kakaban (ijuk yang dijepit dengan dua bilah bambu)

3.   Melepaskan ikan kedalam kolam pemijahan, setelah terdapat tanda-tanda akan kawin, mengambil ikan dari kolam untuk diambil telur dan spermanya

4.   Telur ikan diambil dari induk betina dengan cara stripping, dan meletakkannya pada cawan plastik

5.   Mengambil sperma dari induk jantan dengan cara disped, kemudian melarutkannya dalam larutan fisiologis dalam tabung reaksi dengan perbandingan 9:1 (larutan fisiologis:sperma)

6.   Mengambil telur dengan menggunakan spatula (±300 butir telur) dan mengencerkannya dengan larutan ringer dan menambahkan 1 ml suspensi sperma dan mengaduknya menggunakan bulu ayam

7.   Telur yang telah difertilisasi ditebar pada kotak penetasan yang berada dalam bak penetasan

8.   Pembentukan ikan triploid adalah dengan memberi kejutan panas pada 3 menit setelah fertilisasi dengan suhu 400C selama 1,5 menit

9.   Pembentukan ikan tetraploid adalah dengan memberi kejutan panas pada 29 menit setelah fertilisasi dengan suhu 400C selama 1,5 menit

10. Setelah ikan menetas ikan dipelihara dalam bak penetasan dan memberinya makan dengan kuning telur ayam

About JavAurora

Aku bagai berjalan di atas air, beriak tapi tak berbekas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s