Darmawan, Ericka. 2010

Lho….lho…lho emang bisa, kenapa untuk membersihkannya tidak menggunakan sapu atau alat kebersihan lain. Saya yakin pemikiran yang pertama muncul dibenak kita adalah kata-kata diatas.

Semua elemen bangsa seharusnya memahami untuk mengatasi problem bangsa yang akut seperti kebiasaan, dan apatisme adalah melalui pendidikan. Tawaran solutif ini juga berlaku untuk isu lingkungan sungai kita yang terkenal kumuh dan kotor. Dengan pendidikan nilai-nilai afektif yang berpotensi positif akan meresap dalam benak  peserta didik dan pada akhirnya mempengaruhi sikap siswa, memang melalui pendidikan program solutif ini akan memakan waktu yang lama tapi dengan hasil yang signifikan.

Salah satu pembelajaran yang berpotensi memberikan penyadaran akan sikap siswa terhadap lingkungan adalah biologi. Biologi melalui pembelajaran kontekstual, dapat memberikan pemahaman akan peran siswa terhadap perairan sungai. Metode pembelajaran yang dirasa bisa meningkatkan sikap siswa terhadap ekosistem sungai yang nantinya juga berkaitan dengan peningkatan hasil belajar siswa sebagai perwujudan pemahaman siswa terhadap materi yang sedang dipelajari adalah metode PBL (Projet Based Learning).

Landasan dari PBL adalah: kontekstual, inkuiri, kooperatif. Pendekatan kontekstual merupakan pendekatan yang memungkinkan siswa untuk menguatkan, memperluas dan menerapkan pengetahuan dan ketrampilan akademiknya dalam berbagai tatanan kehidupan baik di sekolah ataupun di luar sekolah. Pembelajaran kontekstual berpotensi mengembangkan ranah pengetahuan, ketrampilan proses, sikap, nilai serta kreativitas siswa dalam  menyelesaikan permasalahan sehari-hari. Pembelajaran dengan penemuan (inkuiri) akan mendorong siswa untuk terlibat aktif dengan konsep dan prinsip mereka sendiri, dan guru mendorong siswa untuk memiliki pengalaman dan melakukan percobaan yang memungkinkan mereka menemukan prinsip-prinsip untuk diri mereka sendiri, serta dengan inkuiri siswa akan mengkonstruksi pemahaman tentang alam serta faktor yang mempengaruhi alam. Pembelajaran kooperatif akan mampu membuat siswa bekerja dalam kelompok, melalui komunikasi sosial, menyampaikan ide dan gagasan, serta tanggung jawab kontribusi mandiri dalam kelompok. Hal lain yang berpotensi meningkatkan penguasan konsep dan sikap adalah peran tutor sebaya, melalui pembentukan kelompok yang heterogen siswa dengan kemampuan akademik tinggi akan membantu siswa akademik rendah, dengan munculnya perilaku ini diharapkan transfer pengetahuan akan lebih mudah terjadi.

Dari paparan tersebut penerapan PBL yang digunakan dalam proses pembelajaran Biologi akan mampu merubah sikap siswa, terutama sikap positif terhadap ekosistem sungai serta akan mampu memberikan peningkatan terhadap hasil belajar siswa. Peningkatan sikap dan hasil belajar siswa tersebut dapat dilihat dari hasil test sikap dan tes hasil belajar. Lebih jauh keluaran (output) dari penerapan PBL ini adalah pemberdayaan sikap positif siswa terhadap ekosistem sungai secara berkelanjutan.

Nah dari paparan diatas kita dapat mengetahui bahwa pelajaran (dalam hal ini biologi) memiliki korelasi yang demikian besar terhadap peningkatan sikap positif siswa. Pelajaran disekolah tidak hanya menyangkut masalah kepandaian akademik. Potensi-potensi non akademik lain mampu diintegrasikan dalam pembelajaran. Untuk teman-teman praktisi pendidikan (guru) Bagaimana dengan anda? Akankah menyusun RPP dengan mengukur multi inteligensi siswa?

About JavAurora

Aku bagai berjalan di atas air, beriak tapi tak berbekas

2 responses »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s