“Dimuka bumi yang terhampar luas, yang kita namakan sebagai dunia tidak pernah kita temukan sesuatu yang tetap dan abadi, yang tetap hanyalah perubahan itu sendiri” (diungkapkan oleh Heraclitos 535-475 SM). Perubahan yang dimaksud adalah perubahan menuju tatanan masyarakat yang lebih baik, lebih adil dan sejahtera yang tentunya membutuhkan sebuah proses dan harus ada pelaku dari perubahan itu sendiri atau agent of change (mahasiswa).

Menyandang predikat mahasiswa adalah dambaan banyak orang. Banyak alasan mengapa predikat ini menjadi incaran banyak orang, antara lain karena dahaga terhadap ilmu pengetahuan, keinginan untuk meningkatkan status sosial, mendapatkan materi atau bagi sebagian orang, hanya sekedar untuk meningkatkan gengsi.  Hal-hal inilah yang nanti akan menentukan kualitas mahasiswa tersebut. Ketika pertama kali menjadi mahasiswa baru dan menginjakkan kaki di universitas tempat saya kuliah, yang terbayang di benak saya adalah bagaimana agar saya dapat menjalani kuliah dengan baik, lulus kuliah dengan tepat waktu (4 tahun) atau intinya saya ingin menjadi mahasiswa yang “study oriented”. Tetapi, seiring dengan berjalannya waktu, idealisme yang semula tertanam dalam diri saya mulai mengalami perubahan.

Sebagaimana mahasiswa baru yang hendak bergulat dalam lingkungan akademik kampus, Saya dihadapkan pada kebingungan-kebingungan untuk memilih, pilihan untuk mengikuti suatu organisasi atau tetap berkutat dengan komitmen awal, yaitu menjadi akademisi murni. Saya sadar bahwa kebingungan untuk memilih ini pada hakekatnya adalah “daya tawar” dari realitas kehidupan kampus. Memang berat bagi kita untuk memutuskan sebuah pilihan di antara berbagai pilihan-pilihan. Pilihan yang hanya dalam dua kategori saja sudah cukup merepotkan kita, apalagi ketika pilihan itu banyak jumlahnya.

Saya bersyukur terhadap pilihan yang Saya ambil, yaitu belajar berorganisasi karena dari organisasi-lah Saya mendapatkan banyak hal, ilmu, teman, pelajaran, dan pengalaman-pengalaman yang tidak dapat dinilai dengan materi. Teman-teman boleh percaya atau tidak bahwa Saya dapat menemukan jati diri, PD, dan perkembangan cara berpikir yang berbeda setelah masuk suatu organisasi. Belajar beraktifitas dalam suatu organisasi sangat dibutuhkan sebelum kita terjun langsung ke dalam suatu kehidupan masyarakat. Mengingat banyak hal yang bisa kita dapatkan dalam organisasi.

Ketika terlibat dalam organisasi, maka biasanya terdapat problema antara aktivitas organisasi, kuliah, maupun kepentingan pribadi mahasiswa. Saya yakin para aktivis kampus (organisatoris) banyak yang mengalami hal ini. Tetapi, pemecahan masalah ini kembali pada masing-masing individu, yaitu bagaimana tujuan mahasiswa ketika memasuki suatu perguruan tinggi dan komitmen awal ketika memasuki suatu organisasi. Saya yakin, jika mahasiswa bisa menyikapi hal ini dengan tepat, maka problema-problema tersebut bukanlah suatu hal yang merapuhkan semangat seorang mahasiswa, justru problema-problema tersebut akan menambah kedewasaan dan kebijakan individu.

Menimbang seperti ini sebenarnya merupakan rangkaian perjalanan seorang mahasiswa dalam lingkungan akademik kampus, dan yang demikianpun hanya bisa dirasakan ketika telah berproses dalam sebuah organisasi. Lalu, bagaimana dengan teman-teman yang merasa tidak mendapatkan “sesuatu” ketika memasuki suatu organisasi, dan terlintas pertanyaan, “Mengapa Saya tidak mendapatkan apa yang Saya cari di organisasi?”. Menurut Saya, sebelum kita menanyakan pertanyaan tersebut, maka seharusnya kita mengevaluasi dan merefleksi diri kita terlebih dahulu. Langkah yang satu ini maerupakan bagian dari serangkaian proses berpikir untuk memutuskan atau memilih. Jika kita mengingat salah satu semboyan filosofi perjuangan dalam berorganisasi yang mengatakan “Janganlah sekali-kali kamu tanyakan apa yang kamu dapat dari organisasi, tetapi tanyakanlah apa yang bisa kau berikan kepada organisasi!”, maka sekarang teman-teman bisa menjawab sendiri tentang pertanyaan yang sebelumnya sering teman-teman tanyakan.

(Fidia Lestariningsih)

About JavAurora

Aku bagai berjalan di atas air, beriak tapi tak berbekas

2 responses »

  1. achmad kurniawan Z says:

    setuju banget tuh sama judulnya pak,, tapi kesulitan saya pak selagi saya asyik mengikuti berbagai organisasi d sekolah maupun d luar sekolah. saya sering lupa sama pelajaran2 d sekolah…
    mungkin ada solusi pak??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s