Darmawan, Ericka. 2011

Judul diatas memang sengaja dibuat untuk menimbulkan ambiguitas bagi para pembaca. Persepsi yang ditimbulkan akan sangat beragam berdasarkan point of view dari para sahabat pembaca. Namun segera akan kita buat frame berpikir yang sama terkait permasalahan diatas. Tesis ataupun skripsi sebagaimana yang diketahui khalayak umum adalah satu satu prasayarat bagi mahasiswa S1 maupun S2 untuk menyelesaikan studinya dan mendapatkan gelar kesarjanaan. Tinjauan kita akan mengarah pada kedua kajian tadi, dan untuk mempermudah kita ambil saja salah satu istilah untuk bahan kajian bersama. Yup, kita sepakat mengambil TESIS sebagaimana permintaan sahabat pembaca.

TESIS merupakan hasil karya mahasiswa s2 dan tentunya merupakan simbol intelektualitas, hirarkisnya yang begitu sistematik, dan tertata dalam bab serta wajib memenuhi kaidah metode ilmiah. Sudah barang tentu mahasiswa mengetahuinya, bahkan sampai hafal diluar kepala urutan per bab nya. Ditinjau secara historis tentunya ada alasan mendasar kenapa pakem tersebut digunakan hingga sekarang.

Kalau kita diagnosis dengan teliti terdapat kebenaran-kebenaran yang harus diungkap oleh penyusun tesis, yaitu: kebenaran ilmiah, kebenaran obyektif, kebenaran korespondensi, kebenaran koherensi, kebenaran induktif dan kebenaran pragmatis. Kebenaran tersebut merupakan “core” dari kajian Filsafat Keilmuan. Lebih jauh kebenaran-kebenaran tersebut harus menjadi jiwa dari tesis, nah permasalahannya dimanakah letak kebenaran tersebut diantara urutan bab yang kita susun. Mari kita telaah satu persatu…

Penerapan kebenaran ilmiah: kebenaran ilmiah dapat diakui jika sesuai dengan metode ilmiah, pada kebenaran ini dalam tesis haruslah ada metologi penetilian yang sesuai dan juga harus terdapat analisis statistik, jika statistik adalah suatu alat ukur kebenaran secara kuantitatif maka angka adalah inputnya. Sehingga dalam tesis harus ada variabel-variabel yang bisa diukur, bukan sekedar konsep, karena konsep tidak bisa diukur. Untuk mengingatkan sahabat tentang perbedaan antara konsep dan variabel, saya mengambil contoh berikut: apabila meja adalah konsep maka tinggi meja, lebar meja, luas meja adalah variabel.

Kebenaran objektif, kebenaran ini adalah kebenaran yang sesuai dengan objeknya, artinya sesuai dengan kenyataan, dan juga bisa didemonstrasikan. Pada tesis terdapat populasi dan sampel. Penentuan populasi dan sampel tidaklah tanpa perhitungan atau awut-awutan, namun penentuan itu memiliki pertimbangan tertentu, misalnya kesesuaiannya dengan masalah dan tujuan disusunnya tesis. Kebenaran objektif yang terdapat dalam tesis dapat pula dikaji ulang oleh peneliti yang berminat (peneliti lain), dan jika itu bisa diulangi (didemonstrasikan ulang) maka tesis itu sudah barang tentu memiliki kebenaran objektif yang teruji. Dalam ilu kealaman misalkan, kebenaran yang objektif juga dapat dilihat dari adanya pengujian hipotesis (Data dan Analisis Data), karena ciri ilmu kealaman adalah objektif, sehingga para pelaku ilmu kealaman harus memiliki sikap tidak purba sangka; sementara hipotesis merupakan dugaan sementara. Perumusan hipotesis harus mencerminkan kebenaran untuk solusi dari masalahnya.

Dari tinjauan kebenaran korespondensi, yakni kebenaran yang sesuai dengan teori yang digunakan. Penggunaan teori (kajian teori) dalam tesis dapat ditemukan pada BAB II (kajian pustaka) di bab tersebut banyak disajikan berbagai teori yang mendukung penelitian tesis. Pada bab IV (pembahasan) juga terdapat pembahasan yang disesuaikan dengan teori yang mendukung, sehingga arah dari pembahasan tesis memiliki arah dan landasan yang bisa diyakini kebenaran ilmiahnya.

Penerapan kebenaran koherensi, berdasarkan kajian makna merupakan kebenaran yang bersifat kronologis (koheren) hal ini juga dapat diketahui dari penyusunan kerangka berfikir. Penyusunan kerangka berfikir ditujukan untuk mendapatkan kebenaran koherensi dari hipotesis yang dirumuskan. Oleh sebab itu, peneliti sebenarnya melakukan pemikiran deduksi, yaitu memberikan penjelasan dan argumentasi serta kronologis berdasarkan teori-teori, sehingga terbentuk alur pikir peneliti untuk melahirkan suatu hipotesis.

Bagaimana dengan kebenaran induktif? sesuai dengan pola pikir induktif; maka biasanya langkah pertama adalah peneliti tertarik pada suatu hal yang khusus, yang ingin diteliti. Agar dapat diteliti, maka hal yang khusus tersebut harus berupa masalah. Masalah akan muncul apabila peneliti mendapatkan bahwa pada hal yang khusus tersebut adanya kesenjangan antara harapan dan kenyataan. Dengan adanya masalah tersebut maka peneliti akan mencari solusi dari permasalahannya tersebut. Agar lebih tajam, solusi dari masalah tersebut diwujudkan menjadi pertanyaan yang dikenal dengan rumusan masalah.

Kebenaran pragmatis: merupakan kebenaran yang dikatakan benar jika hal tersebut bermanfaat bagi kehidupan manusia. Dalam tesis, terdapat pengutaraan manfaat penelitian, biasanya terdapat pada BAB I, dalam bab tersebut peneliti mengutarakan manfaat penelitiannya, biasanya ditujukan kepada pemerintah pusat, pemerintah daerah, universitas, sekolah, masyarakat umum atau pun pada peneliti lain yang berminat pada penelitian si penulis.

Nah, sekarang kita sudah tidak menjadi pengikut saja terhadap pakem yang selama ini tidak kita ketahui asal-usulnya atau bahkan kita abaikan tanpa memandang penting kajian mendalam tentang penyusunan tesis. Aspek ontologis (apa?), axiologis (tujuan/manfaat?) dan epistemologis (dari mana?) yang merupakan bidang telaah Filsafat, telah mampu kita jawab dengan uraian di atas. Semoga kajian tentang tesis ini mampu memberikan kontribusi yang kontrukstif dan holistik bagi sahabat pendidik maupun ilmuwan, calon ilmuwan dan mahasiswa.

Hindari plagiatisme dan Jual beli karya tulis ilmiah
Avoid plagiatisme
Voorkomen plagiatisme
Sakete kudasai plagiatisme
Vermeiden plagiatisme

About JavAurora

Aku bagai berjalan di atas air, beriak tapi tak berbekas

2 responses »

  1. andi rahmat saleh says:

    wow
    txata btulan yg di alquran
    dibalik kesusahan ada kmudahan
    ckckc
    diam2 txta kamu mngagumi BELIAU
    ha…ha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s