Darmawan, Ericka. 2010

Pembelajaran hendaknya memperhatikan perbedaan-perbedaan individual anak tersebut, sehingga pembelajaran benar-benar dapat merubah kondisi anak dari yang tidak tahu menjadi tahu, dari yang tidak paham menjadi paham serta dari yang berperilaku kurang baik menjadi baik. Kondisi riil anak seperti ini, selama ini kurang mendapat perhatian di kalangan pendidik. Hal ini terlihat dari perhatian sebagian guru/pendidik yang cenderung memperhatikan kelas secara keseluruhan, tidak perorangan atau kelompok anak, sehingga perbedaan individual kurang mendapat perhatian.

Gejala yang lain terlihat pada kenyataan banyaknya guru yang menggunakan metode pengajaran yang cenderung sama setiap kali pertemuan di kelas berlangsung. Pembelajaran yang kurang memperhatikan perbedaan individual anak dan didasarkan pada keinginan guru, akan sulit untuk dapat mengantarkan anak didik ke arah pencapaian tujuan pembelajaran. Kondisi seperti inilah yang pada umumnya terjadi pada pembelajaran konvensional. Konsekuensi dari pendekatan pembelajaran seperti ini adalah terjadinya kesenjangan yang nyata antara anak yang cerdas dan anak yang kurang cerdas dalam pencapaian tujuan pembelajaran. Kondisi seperti ini mengakibatkan tidak diperolehnya ketuntasan dalam belajar, sehingga sistem belajar tuntas terabaikan. Hal ini membuktikan terjadinya kegagalan dalam proses pembelajaran disekolah.

Pembelajaran mengenai kompleksitas pembelajaran memang akan selalu dinamis sesuai dengan perkembangan teknologi, sebenarnya menurut saya perkembangan permasalahan tidak hanya berkutat pada hal-hal yang telah tersebutkan diatas saja, seperti  (1) Kompetensi Dasar dan Tujuan Pembelajaran Tidak Berkaitan, (2) Tidak Ada Penjabaran yang Jelas mengenai Kegiatan Pembelajaran, (3) Evaluasi (Penilaian) yang Bermasalah, Dari sisi pendidik cenderung mengajar dengan cara seperti cara mengajar yang mereka peroleh dahulu.

Berpangkal pada permasalahan tersebut lesson study diharapkan bisa menjadi alternative pemecahan permasalahan, di tinjau dari sudut pandang historis sebenarnya Lesson study berasal dari Jepang, singkat cerita awal mula perkembangan metode ini ketika ada kunjungan dari Amerika ke jepang dengan tema studi banding bidang pendidikan, kemudian diketahuilah bahwa di Amerika belum ada kegiatan serupa Lesson Study yang mampu secara efektif memberikan perbaikan pada proses belajar mengajar. Wah jadi penasaran nich apa keunggulan dari Lesson Study?, berikut sekilas tentang Lesson study.

Pada pembahasan mengenai Lesson Studi yang memusat pada aktivitas guru secara collaborative dengan sesama guru dalam mempersiapkan rancangan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan evaluasi atas pembelajaran yang telah berlangsung. Tiga aktivitas tersebut dalam Lesson Study dikenal dengan tahap Plan (merencanakan), tahap Do (melaksanakan), dan tahap See  (merefleksi).

kegiatan Lesson Study dimulai dari tahap perencanaan (Plan) yang bertujuan untuk merancang pembelajaran yang dapat membelajarkan siswa dan berpusat pada siswa, hal ini dilakukan untuk mendorong siswa terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran. Perencanaan ini tidak dilakukan sendiri tetapi dilakukan secara bersama-sama, dengan kata lain beberapa guru dapat melakukan kolaborasi untuk memperkaya ide-ide.

Selanjutnya akan berlangsung pada tahap Do (Pelaksanaan) yakni melaksanakan semua rencana yang telah disusun guru secara bersama dari tahapan Plan tadi. Dan terakhir adalah tahap See (Refleksi) yang merupakan tahapan mengevaluasi semua kegiatan dalam pembelajaran yang telah disusun dan dilakukan secara kolaboratif, namun yang perlu ditinjau sebagai bahan evaluasi adalah proses pembelajaran dan seminimal mungkin mengevaluasi kinerja guru dalam mengajar.

Lesson Studi yang memusat pada aktivitas guru secara collaborative dengan sesama guru dalam mempersiapkan rancangan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan evaluasi atas pembelajaran yang telah berlangsung. Tiga aktivitas tersebut dalam Lesson Study dikenal dengan tahap Plan (merencanakan), tahap Do (melaksanakan), dan tahap See (merefleksi),

Ruh Lesson studi, memang luar biasa dalam mempengaruhi aktifitas pembelajaran, dengan menggunakan metode ini kita bisa menggunakannya sebagai tools perbaikan proses pembelajaran. Kelebihan lainnya adalah dengan kolaboratif tentu sangat sesuai dengan kondisi Indonesia yang suka berdemokrasi dan bermusyawarah sebagai bagian dari kearifan local.

About JavAurora

Aku bagai berjalan di atas air, beriak tapi tak berbekas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s