Darmawan, Ericka. 2011

Pokok Bahasan ini kami gali (terimakasih pada saudara Andi Rahmat Saleh) atas bacaannya, secara garis besar merupakan upaya resensi sumber bacaan dari American Biology Teacher tentang bagaimana cara memperkenalkan konsep DNA fingerprinting dan Ilmu forensik terhadap siswa, cara yang menarik seperti dalam jurnal ini adalah dengan memanfaatkan sumber bacaan populer yakni novel harry potter. Upaya yang cerdas dan mencerdaskan sepertinya, karena memanfaatkan bacaan yang populer bagi siswa.

Pembelajaran untuk mengaktifkan siswa yang digunakan penulis dalam artikel ini adalah dengan menggunakan pendekatan pembelajaran Problem Based Learning (PBL). PBL adalah pendekatan pendidikan yang mendorong siswa untuk mengenal cara belajar dan bekerjasama dalam kelompok untuk mencari penyelesaian masalah-masalah di dunia nyata. Penerapan pendekatan pembelajaran problem based learning (PBL) siswa dituntut bertanggungjawab atas pendidikan yang mereka jalani, serta diarahkan untuk tidak terlalu tergantung pada guru.

Artikel yang ditulis menjelaskan bahwa pengajar lebih berperan sebagai instruktur atau tutor yang memandu siswa menjalani proses pembelajaran. Instruktur disini menyajikan masalah, mengajukan pertanyaan, dan memfasilitasi penyelidikan dan dialog. Hal ini sudah sejalan dengan tujuan PBL itu sendiri, yaitu membentuk siswa mandiri yang dapat melanjutkan proses belajar pada kehidupan dan karir yang akan dijalaninya. Pengajaran berbasis masalah tidak dapat dilaksanakan jika pengajar tidak mengembangkan lingkungan kelas yang memungkinkan terjadinya pertukaran ide secara terbuka. Dalam artikel dituliskan pula bahwa siswa dihadapkan situasi masalah yang otentik yang bermakna yang dapat menantang siswa untuk memecahkannya.

Permasalahan yang diberikan kepada siswa dalam artikel dapat memberikan tantangan pada siswa untuk lebih mengembangkan ketrampilan berfikir kritis dan mampu menyelesaikan masalah secara efektif, sehingga diharapkan penerapan pendekatan PBL dapat mengatasi kesulitan atau memecahkan masalah-masalah yang berkaitan dengan materi yang diajarkan. Setelah diberikan permasalahan yang berupa suatu kasus, siswa diberikan kesempatan untuk membahas permasalah tersebut. Para siswa diberikan waktu yang cukup untuk membaca masalah dan kemudian diminta untuk melaporkan setiap istilah yang maknanya tidak jelas. Selanjutnya instruktur/tutor kelas akan memberitahu bahwa mereka dapat mengajukan pertanyaan tentang permasalah yang ada, namun diri mereka sendiri juga harus menjelaskan.

Berdasarkan artikel, oleh penulis, PBL telah dimasukkan ke dalam beberapa mata kuliah divisi bawah dan atas dalam kurikulum biologi. Dicontohkan dalam artikel oleh penulis bahwa digambarkan PBL dalam dua pengaturan yang berbeda. Salah satunya adalah di laboratorium Pengenalan Biologi untuk non-jurusan, dan yang lainnya melibatkan kolokium untuk jurusan biologi senior. Pada masing-masing kelas berjumlah sekitar 20 siswa.

Penerapannnya dalam pembelajaran konteks local sepertinya bisa dilakukan dengan perubahan pada tokoh yang diangkat, mengangkat cerita rakyat maupun dongeng yang berpangkal pada local wisdom akan mampu menjadi substitusi bagi novel Harry Potter dalam mengenalkan konsep DNA fingerprinting.

About JavAurora

Aku bagai berjalan di atas air, beriak tapi tak berbekas

4 responses »

  1. hey, actually i am browsing for another journal about dna fingerprinting and i see this web and i know the tittle of this post
    hahahah….
    wah….another time
    maybe you can tag my account
    so all of my fans can connected with me😉
    grateful for write my name om……
    hahahahha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s