Sekelumit tulisan ini merupakan sumbangan pemikiran dengan melihat salah satu sudut permasalahan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan. Pokok persoalan yang hendak dikaji adalah mengupayakan agar kejar paket mendukung pelaksanaan program pendidikan wajib belajar (wajar) 9 tahun, yang selama ini masih menghadapi berbagai kendala.

Kejar paket dan wajib belajar 9 tahun merupakan dua unsur yang dapat saling mendukung untuk pencapaian program pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan. Kejar paket dilaksanakan dalam berbagai institusi, di antaranya adalah dalam institusi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB). Dalam UU Sistem Pendidikan Nasional 2004, kelompok belajar termasuk dalam kategori pendidikan nonformal. Program wajib belajar (wajar) 9 tahun yang dicanangkan oleh pemerintah sangat penting untuk diwujudkan. Namun jika hanya mengandalkan jalur pendidikan sekolah formal, hal itu akan sulit dilakukan. Ada beberapa kendala, yang pertama adalah jumlah sekolah setingkat SMP/MTs terbatas dibandingkan sasaran wajar 9 tahun. Kedua, Sasaran wajar 9 tahun lebih banyak terdapat di pedesaan yang jauh dari lembaga pendidikan formal tingkat SMP/MTs.

Dengan kondisi seperti itu, keberhasilan program wajar 9 tahun perlu didukung penyelenggaraan pendidikan nonformal, seperti kejar paket. Pendidikan nonformal dapat mengatasi keterbatasan sekolah. Pendidikan nonformal dapat diikuti oleh peserta lebih fleksibel, dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa; biaya lebih terjangkau dan waktu penyelenggaraan dapat disesuaikan. Bagi yang bekerja, tidak harus meninggalkan pekerjaannya. Pendidikan nonformal dapat diselenggarakan pada pagi hari, sore atau bahkan malam hari.
Sedikit pemikiran singkat ini mungkin akan membuka wawasan kita akian urgensi dari program paket, terlepas dari penyelenggaraannya yang mungkin tidak sesuai dengan prosedur akan bisa menjadi tugas bersama kita untuk membuatnya menjadi lebih baik. Semoga.

Selamat untuk kawan-kawan yang telah atau sedang bergelut dibidang ini, salam pendidik dari saya.

About JavAurora

Aku bagai berjalan di atas air, beriak tapi tak berbekas

4 responses »

  1. kukuh budiharso says:

    bagus artikelnya. salam kenal dari http://budiharso.wordpress.com

  2. Abbas says:

    Apakah pelaksanaan pembelajaran Paket C itu sama dgn model pembelajaran pada sekolah2 pd umumnya? Klu tdk, berarti skolah umum mash dpt dikatakan masih unggul, bila demikian adanya, maka paket C tdklah tepat bila dikatakan sbg penyetaraan, krn klu penyetaraan, maka prtanyaannya, penyetaraan dlm hal apa? Keilmuan? Media belajar atau hanya sekedar kejar ijazah…?

    • JavAurora says:

      pada tataran pelaksanaan yang selama ini sya ketahui, sangat jelas tidak sama pak abbas. jelas sekolah umum masih menang di semua lini berdasarkan 8 standar pendidikan yang di keluarkan oleh pemerintah. ini adalah kebijakan dr pemerintah utk mewujudkan wajar 9 tahun utk mereka yg tdak memiliki kesempatan belajar di sekolah formal.
      konklusinya: keilmuan tidak setara, demikian juga dengan media belajar.
      dari sini kita sudah bisa melihat, arah kebijakan ini mengarah kemana.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s