Salah satu penyebab kerusakan makanan adalah terjadinya pertumbuhan mikroorganisme pada makanan. Supaya makanan menjadi lebih awet, maka dilakukan proses pengawetan makanan. Dalam pengawetan makanan, prinsipnya adalah memberi perlakuan terhadap makanan sedemikian rupa sehingga mencapai salah satu dari tujuan pengawetan makanan, yaitu sebagai berikut.
1. Mengurangi jumlah awal sel mikroorganisme di dalam makanan.
2. Memperpanjang fase adaptasi semaksimum mungkin sehingga pertumbuhan mikroba terhambat.
3. Memperlambat fase pertumbuhan logaritmik mikroba.
4. Mempercepat fase kematian mikroba.
Pada makanan yang telah diolah atau diawetkan, jumlah dan jenis mikroba yang dominan selain dipengaruhi oleh faktor instrinsik juga dipengaruhi oleh proses pengolahan atau pengawetan yang diterapkan pada makanan tersebut. Proses pengolahan pemanansan dan irradias dan perlakuan lainnya mungkin hanya memperlambat kecepatan tumbuh mikroba. Sebagai contoh populasi mikroba yang terdapat pada makanan yang telah mengalami proses pengeringan akan berbeda dengan populasi mikroba yang terdapat pada makanan yang didiawetkan dengan cara pendinginan (Fardiaz, 1992).

About JavAurora

Aku bagai berjalan di atas air, beriak tapi tak berbekas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s