Emang ada ya? Ya ada dunk, dalam perkembangannya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi mengarahkan manusia akan pentingnya ketidakberadaan mikroba pada suatu kondisi yang kita inginkan, sehingga solusi dari keinginan itu adalah munculnya berbagai senyawa baik yang bersifat alami maupun buatan yang mengarah pada kerja anti mikroba.
Bahan antimikroba diartikan sebagai bahan atau suatu komponen kimia yang berkemampuan dalam menghambat pertumbuhan dan perkembangan mikroba (Darkuni, 2001). Pemakaian suatu bahan antimikroba merupakan suatu usaha untuk mengendalikan mikroorganisme, yaitu segala kegiatan yang dapat menghambat, membasmi atau menyingkirkan mikroorganisme. Menurut Pelczar (2002) tujuan utama pengendalian adalah:
1. Mencegah penyebaran penyakit dan infeksi
2. Membasmi mikroorganisme pada inang yang terinfeksi
3. Mencegah pembusukan dan kerusakan bahan oleh mikroorganisme
Secara umum bahan antimikroba ini dibedakan menjadi antiseptik dan desinfektan. Antiseptik merupakan senyawa kimia yang digunakan untuk menghambatkan pertumbuhan atau membunuh mikroganisme pada jaringan hidup, mempunyai efek membatasi dan mencegah infeksi agar tidak menjadi parah. Antiseptik biasanya digunakan pada kulit atau selaput lendir dan luka yang terinfeksi. Menurut Volk & Wheeler (1988) antiseptik yang ideal dapat menghambat dan merusak sel-sel mikroba tanpa merusak jaringan tubuh misalnya detergen, sabun, serbuk tabur dan deodorant.

Desinfektans adalah senyawa kimia yang digunakan untuk membunuh mikroorganisme, biasanya pada benda mati dan dengan cepat menghasilkan efek letal. Desinfektan, biasanya digunakan untuk sanitasi rumah/rumah sakit (Wiharni, 2006). Sedangkan menurut Irianto (2002) desinfektans adalah bahan yang digunakan untuk melakukan desinfeksi. Seringkali sebagai sinonim digunakan istilah antiseptic, tetapi pengertian desinfeksi dan desinfektans biasanya ditujukan pada benda mati, seperti lantai, piring dan pakaian.
Suatu desinfektans yang ideal seharusnya mempunyai sifat-sifat sebagai berikut:
1. Mempunyai efektivitas yang tinggi terhadap sejumlah besar jenis mikroorganisme dalam konsentrasi sedemikian rendahnya, sehingga ekonomis dalam pemakaiannya dan tidak bersifat toksin untuk hewan dan tumbuhan
2. Tidak merusak dan tidak mewarnai bahan-bahan seperti pakaian, alat rumah tangga, serta bahan-bahan yang terbuat dari logam, bau tidak menyengat.
3. Tidak hilang keefektivannya oleh bahan-bahan dari luar.
4. Merupakan zat penegang permukaan yang paling baik, jadi mempunyai sifat membasahkan dan penetrasi yang baik
5. Stabil dalam penyimpanan
6. Mudah didapat dan tidak mahal
7. Mudah digunakan untuk kondisi rumah tangga dan keperluan lainnya
8. Hal yang utama adalah memiliki mikrobsida yang sempurna dalam waktu beberapa menit dan paling lama 1 jam.
Keefektivan mematikan mikroorganisme dari suatu desintektan dapat ditemukan dengan penyampuran biakan mikroorganisme apa saja yang ingin dimusnahkan, kemudian menentukan waktu yang diperlukan oleh desinfektans untuk mematikan mikrorganisme tersebut. Hal ini dapat dilakukan dalam keadaan yang telah dibakukan secara teliti, yaitu dengan medium pembiakan yang susunananya sudah ditetapkan, suhu dan jumlah bakteri sudah diketahui dengan resistensi yang konstan sehingga didapatkan hasil yang tepat dan dapat diulang kembali (Irianto, 2008).

Mekanisme kerja dari suatu bahan antimikroba terjadi pada bagian sel terutama pada bagian membran/dinding sel, oleh karena itu matinya sel karena bahan antimikroba disebabkan oleh rusaknya membran sel. Menurut Pelzar (2002) kerusakan sel oleh bahan antimikroba adalah sebagai berikut:
1. Perusakan dinding sel bakteri
Fungsi dari dinding sel adalah mengatur pertukaran zat dari luar ke dalam sel serta melindungi sel dari pengaruh dari luar yang tidak menguntungkan. Kerusakan dinding sel dapat menyebabkan lisis atau menghambat sintesis komponen dinding sel. Struktur dinding sel dapat rusak oleh zat antimikroba dengan cara menghambat pembentukkannya atau dengan mengbahnya setelah terbentuk.
2. Perubahan permeabilitas sel
Membran sitoplasma mempertahankan bahan-bahan tertentu di dalam sel, mengatur aliran masuk keluarnya bahan-bahan lain serta memelihara integritas komponen-komponen selular. Perubahan membran sitoplasma akan menyebabkan kebocoran zat-zat nutrisi dalam sel yang akan memungkinkan keluarnya ion anorganik penting, seperti nukleotida, koenzim dan asam amino. Kerusakan pada membran ini akan menyebabkan terhambatnya pertumbuhan sel/matinya sel.
3. Perubahan molekul protein dan asam nukleat
Protein adalah komponen utama struktur sel, semua reaksi metabolisme sel dikatalisis oleh enzim yang terbuta dari protein. Protein dan asam nukleat memiliki peranan penting dalam kehidupan normal sel, sehingga bila terjadi gangguan pada pembentukan fungsi dapat mengakibatkan kerusakan total pada sel. Substansi bahan antimikroba dapat mengubah molekul protein dan asam nukleat, yaitu mendenaturasikan protein dan asam nukeat yang dapat merusak sel tanpa diperbaiki kembali. Suhu tinggi dan konsentrasi peka bahan kimia dapat mengakibatkan koagulasi komponen-komponen sel.
4. Penghambatan kerja enzim
Setiap enzim yang ada pada sel merupakan sasaran potensial bagi bekerjanya suatu bahan antimikroba. Banyak bahan antimikroba telah diketahui dapat mengangu reaksi biokimiawi. Penghambatan ini dapat mengakibatkan terganggunya metabolisme sel sehingga dapat mengakibatkan kematian sel.
5. Penghambatan sintsesis asam nukleat
Asam nukleat yang berupa DNA, RNA dan protein memegang peranan amat penting di dalam proses kehidupan normal sel. Hal ini berarti ganguan apapun pada asam nukleat maupun protein dapat mengakibatkan kerusakan total pada sel.

About JavAurora

Aku bagai berjalan di atas air, beriak tapi tak berbekas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s