Berbicara mengenai air merupakan unsur yang ultra esensial bagi kehidupan kita, hampir di semua lini kehidupan manusia sangat erat kaitannya dengan air. Pengaruh yang luar biasa ini juga perlu penyikapan dalam memanfaatkannya, salah satunya adalah dengan selektif terhadap skala kualitas air. Air merupakan komponen esensial bagi kehidupan jasad hidup. Akan tetapi, air juga dapat merupakan suatu substansi yang membawa malapetaka karena air dapat membawa mikroorganisme patogen dan zat-zat kimia yang bersifat racun (Tarigan, 1988).

Air harus bebas dari pencemaran dan memenuhi tingkat kualitas tertentu sesuai dengan kebutuhan, di tinjau dari segi kualitasnya, sebaiknya air harus memenuhi persyaratan fisika, kimia, mikrobiologi dan radioaktif. Persyaratan fisika untuk air mmum yaitu air tersebut tidak berwarna, tidak berbau dan tidak berasa. Sedangkan untuk persyaratan kimia yaitu tidak mengandung bahan berbahaya dan beracun. Adapun persyaratan mikrobiologi air ditentukan oleh ada atau tidaknya mikroorganisme yang patogen. Air minum harus bebas dari bakteri patogen karena bakteri patogen dapat menimbulkan penyakit. Bakteri patogen biasanya beasal dari kontaminasi tinja. (Kamal, dkk, tanpa tahun). Faktor-faktor biotis (dalam hal ini mikroba) yang terdapat di dalam air, menurut Suriawiria (1985) antara lain: bakteri, fungi, mikroalga, protozoa, dan virus.

Ada beberapa sumber air bersih menurut Ananda (2008), yaitu air tanah, air permukaan, air hujan, dan air sumur. Sebagian besar penduduk Indonesia memanfaatkan air sumur sebagai sumber air. Kandungan mikroorganisme dalam air alami sangat berbeda tergantung pada lokasi dan waktu. Hujan dan salju hanya sedikit mengandung mikroorganisme terutama spora dan sel-sel dorman mikroorganisme, fungi, dan alga. Apabila air merembes dan meresap mealalui tanah akan membawa sebagian mikroorganisme bagian tanah yang lebih dalam. Air tanah pada umumnya paling sedikit mengandung mikroorganisme dan air tanah yang terdapat pada bagian yang dalam sekali hampir tidak mengandung mikroorganisme. Sebaliknya air permukaan sering banyak mengandung mikroorganisme yang berasal dari tanah dan dari organisme yang terdapat di danau-danau dan sungai-sungai. Selain dipengaruhi lokasi dan waktu, kandungan mikroorganisme dalam air juga dapat dipengaruhi oleh faktor konstruksi dan sanitasi lingkungan karena tidak semua air yang dimanfaatkan manusia berasal dari air kran (PAM), tetapi ada yang diambil dari sumur. Kumarijati (2007) menyatakan bahwa faktor konstruksi dan sanitasi lingkungan berhubungan dengan kualitas air sumur gali umum.

Air yang ada di bumi umumnya tidak dalam keadaan murni (HO), melainkan mengandung berbagai baik terlarut  maupun tersuspensi, termasuk mikroba. Faktor-faktor biotik yang terdapat di dalam air terdiri dari bakteria, fungi, mikroalgae, protozoa dan virus, serta kumpulan hewan ataupun tumbuhan air lainnya yang tidak termasuk kelompok mikroba. Kehadiran mikroba di dalam air dapat menguntungkan tetapi juga dapat merugikan. Oleh karena itu, sebelum dikonsumsi, air harus diolah lebih dahulu untuk  menghilangkan atau menurunkan kadar bahan tercemar sampai tingkat yang aman.  Air bersih adalah air yang jernih, tidak berwarna, dan tidak berbau. Meskipun demikian, air yang jernih, tidak berwarna, dan tidak berbau belum tentu  aman dikonsumsi.

About JavAurora

Aku bagai berjalan di atas air, beriak tapi tak berbekas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s