Bagaimana kita tahu efektifitas dari daun jambu biji yang di ekstrak?, atau ekstrak-ekstrak yang lain. jawabannya adalah dengan pengujian daya antimikroba yang dapat dilakukan dengan berbagai cara yaitu seperti yang dijelaskan Darkuni (1997) dalam Rosyidah (1999)
1. Tube dilution test (Broth Dilution Test)
Tube dilution test (Broth Dilution Test) disebut juga dengan pengenceran tabung. Zat yang akan diuji berbentuk cair diencerkan sebagaimana mestinya dan dimasukkan ke dalam tabung-tabung steril. Ke dalam tabung-tabung itu ditambahkan sejumlah organisme uji yang sudah diketahui jumlahnya. Pada interval tertentu, dilakukan pemindahan dari tabung ke dalam tabung-tabung yang berisi media steril kemudian diinkubasikan dan diamati nampak ada tidaknya pertumbuhan. Kelebihan dari metode ini adalah dapat menguji daya bakteriostatik, dan bakterisidal dari antimikroba sekaligus. Kelemahannya adalah memerlukan banyak tenaga dan waktu serta perlu biaya mahal sebab hanya dapat menguji satu bahan antimikroba dalam satu kegiatan.
2. Agar Plate Dilution Test
Pada dasarnya metode ini sama dengan metode Dilution Broth, hanya saja media yang digunakan dalam metode ini adalah metode padat. Zat yang akan diuji dicampurkan ke dalam media agar, diinokulasikan dengan organisme uji kemudian diinkubasikan dan diamati nampak ada tidaknya pertumbuhan koloni organisme uji tersebut. Kelebihan metode ini adalah pelaksanaannya lebih mudah dan dalam satu media dapat digunakan lebih dari satu organisme uji. Kelemahannya adalah hanya dapat diketahui daya bakteiostatiknya saja sedang daya bakterisidal tidak dapat ditemukan.
3. Disk Agar Diffusin Test
Metode ini menggunakan metode cakram kertas yang pada dasarnya pada pengamatan zona hambatan yang dihasilkan oleh difusi dari bahan-bahan antimikroorganisme. Organisme uji diinokulasikan pada medium agar dalam cawan petri kemudian menempatkan suatu cakram kertas yang mengandung antimikroba pada permukaan media tersebut. Setelah masa inkubasi tertentu, diamati untuk melihat adanya zona hambatan di sekeliling cakram kertas. Kelebihan metode ini adalah dapat dilakukan pengujian secara lebih banyak dalam satu kali kegiatan dan memerlukan tenaga yang tidak terlalu banyak. Kekurangannya tidak diketahui secara pasti aksi penghambatan yaitu bakterisidal ataukah bakteriostatik karena banyak faktor yang mempengaruhi antara lain, ketebalan media, macam media, inokulum dan laju difusi bahan antimikroba.
Pengujian daya antimikroba tanaman berkhasiat obat (dalam praktikum ini tanaman yang digunakan adalah daun jambu biji) terhadap mikroba uji (E. coli) secara invitro perlu dilakukan agar dapat diketahui konsentrasi ekstrak tanaman berkhasiat obat yang paling efektif menghambat pertumbuhan mikroba uji.

About JavAurora

Aku bagai berjalan di atas air, beriak tapi tak berbekas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s