Permukaan air yang kelihatannya jernih dan bersih, belum tentu air tersebut bebas dari kontaminan. Bisa saja air ini terkontaminasi oleh mikroorganisme patogen yang dapat membahayakan kesehatan manusia. Mikroorganisme kontaminan tersebut dapat dideteksi dengan menggunakan metode-metode laboratorium. Pengujian macam-macam mikroorganisme patogen dalam air minum tidaklah praktis (langsung).

Pengujian persediaan air minum terhadap semua agen-agen penyebab penyakit merupakan suatu pekerjaan yang sulit dan memakan waktu lama sehingga dalam pelaksanaannya digunakan jasad-jasad indikator. Jasad indikator ini berhubungan denga saluran usus sehingga bila jasad ini terdapat dalam air, berarti air tersebut telah terkontaminasi oleh feses (Kusnadi, dkk, 2003). Dalam hal ini jasad indikator yang dimaksud adalah kelompok coliform. Menurut Hastuti (2010) bakteri-bakteri yang termasuk kelompok coliform merupakan salah satu flora  normal usus manusia. Bakteri ini seringkali terdapat di dalam feses. Keberadaan bakteri coliform di dalam air sumur dijadikan sebagai indikator terjadinya pencemaran pada air sumur tersebut.

Kusnadi, dkk (2003) menyatakan bahwa kelompok coliform adalah seluruh bakteri berbentuk batang, tidak membentuk spora, gram negatif, aerobik dan anaerobik fakultatif yang memfermentasikan laktosa pada temperatur 35oC selama 48 jam. Salah satu teknik yang dapat digunakan untuk menentukan coliform total adalah teknik MPN (Most Probable Number) atau JPT (Jumlah Perkiraan Terdekat). Ada 3 jenis tes yang dilakukan dalam penentuan coliform total dengan teknik MPN (Most Probable Number) atau JPT (Jumlah Perkiraan Terdekat), yaitu tes pendugaan, tes penegasan, dan tes kepastian.

Tes Pendugaan. Tes ini digunakan untuk mengetahui ada tidaknya bakteri coliform tanpa mempertimbangkan apakah coli fekal ataukah coli non-fekal. Pada tes pendugaan, air sampel (misalnya air sumur) diencerkan terlebih dulu. Agar hasil yang didapatkan semaksimal mungkin mendekati keadaan alami, pengenceran dilakukan sampai ke nilai tertinggi, umumnya sampai 10-11. Karena dengan pengenceran tertinggi, perhitungan jumlah sel berdasarkan koloni yang tumbuh ataupun dengan pewarnaan hasilnya akan jauh lebih baik jika dibandingkan dengan cara pengenceran terendah (di bawah 10-3). Medium yang digunakan adalah kaldu laktosa yang dilengkapi dengan tabung Durham dalam posisi terbalik. Langkah selanjutnya adalah menginokulasikan air sampel, lalu diinkubasi selama 1-4 x 24 jam. Setelah masa inkubasi 1-4 x 24 jam diamati timbulnya gas (gelembung udara pada tabung Durham) dan asam (media menjadi keruh). Apabila terdapat gas pada bagian dasar tabung Durham berarti dalam sampel air sumur terdapat bakteri coliform. Jika tidak ada gas, maka sampel air sumur tersebut tidak perlu diperiksa lebih lanjut (Hastuti, 2010). Pelaksanaan analisis dilakukan berdasarkan metode standar dari APHA (American Public Helath Association, 1989), yaitu untuk mengeahui jumlah bakteri Coli. Umumnya digunakan tabel Hopkins yang lebih dikenal dengan nama tabel JPT. Tabel tersebut digunakan untuk memperkirakan jumlah bakteri Coli dalam 100 ml sampel air. Pembacaan hasil uji dilihat dari berapa tabung uji yang menghasilkan gas dan asam, hasil yang positif asam dan gas dibandingkan dengan tabel JPT.

Tes Penegasan.  Tes ini dilakukan untuk mengetahui apakah bakteri coliform yang ditemukan tersebut coliform fekal atau non-fekal. Langkah yang dilakukan pada tes ini hampir sama dengan langkah-langkah pada tes pendugaan, hanya medium dan suhu inkubasinya saja yang berbeda. Medium yang digunakan adalah BGLB (Brilliant Green Laktosa Bile) dan untuk mengetahui apakah bakteri tersebut coliform fekal, maka suhu inkubasi yang digunakan adalah 42±1oC. Kusnadi (2003) menyatakan bahwa perbedaan bakteri coliform fekal dan non-fekal adalah temperatur inkubasi yaitu untuk fekal (42 ± 1oC) dan untuk non-fekal (37±1oC). Setelah masa inkubasi 1 x 24 jam diamati timbulnya gas (gelembung udara pada tabung Durham) dan asam (media menjadi keruh). Apabila terdapat gas pada bagian dasar tabung Durham berarti dalam sampel air sumur terdapat bakteri coliform fekal. Jika tidak ada gas, maka sampel air sumur tersebut mengandung bakteri coliform non-fekal.

Tes Kepastian. Tes ini dilakukan untuk mengetahui jenis bakteri coliform fekal yang terdapat dalam sampel air sumur. Medium yang digunakan dalam tes ini adalah MCA (Mac Conkey Agar). Langkah yang dilakukan adalah menginokulasikan air sampel kemudian menginkubasi selama 1 x 24 jam pada suhu 37oC. Setelah diiunkubasi lalu diamati koloni bakteri yang tumbuh pada permukaan medium. Koloni yang berwarna merah merupakan koloni bakteri yang memfermentasikan laktosa, sedang koloni yang tidak berwarna merupakan koloni bakteri yang tidak memfermentasikan laktosa (Hastuti, 2010). Jadi, coliform adalah indikator kualitas air. Makin sedikit kandungan coliform, artinya, kualitas air semakin baik.

About JavAurora

Aku bagai berjalan di atas air, beriak tapi tak berbekas

4 responses »

  1. Sarti Yuridasari says:

    tolong dicantumkan juga daftar pustaka Ny, tidak hanya kutipan saja. Atau kalau tidak, identitas diri penulis artikel ini agar bisa dipertanggungjawabkan ke depannya..

    • JavAurora says:

      terimaksih atas sarannya mbak sarti. tulisan ini saya ambil dari laporan praktikum matakuliah mikrobiologi. kami sebagai penyusun tentu bisa mempertanggungjawabkan hal ini. daftr pustka sengaja tdk saya sertakan utk mencegah copas dan asal comot.

  2. ary says:

    Slmat siang . boleh minta bantuan untuk identifikasi bakteri id .air sumur saya berwarna kuning. dan ditempat saya tidak ada lab yang mendukung.

    terimakasih

  3. ribka says:

    selamat sore mau tanya untuk menentukan jumlah kuman total pake metode mpn itu bagaimana caranya???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s