Hewan makrobentos merupakan hewan yang sebagian atau seluruh siklus hidupnya berada di dasar perairan, baik yang sesil, merayap maupun menggali lubang, Ardi (2002). Hewan ini memegang peran penting dalam perairan seperti dalam proses dekomposisi dan mineralisasi material organik yang memasuki perairan, serta menduduki beberapa tingkatan trofik dalam rantai makanan (Odum, 1993).

Berdasarkan ukurannya, hewan bentos dapat digolongkan ke dalam kelompok hewan bentos mikroskopik atau hewan mikrobentos dan hewan bentos makroskopik yang disebut juga dengan hewan makrobentos. Menurut Cummins (1975), hewan makrobentos dapat mencapai ukuran tubuh sekurang-kurangnya 3 – 5 mm pada saat pertumbuhan maksimum.  Selanjutnya Slack (1973) dalam Rosenberg and Resh (1993) menyatakan bahwa hewan makrobentos merupakan organisme yang tertahan pada saringan yang berukuran besar dan sama dengan 200 sampai 500 mikrometer. Organisme yang termasuk hewan makrobentos diantaranya adalah: Crustacea, Isopoda, Decapoda, Oligochaeta, Mollusca, Nematoda dan Annelida.

Barnes, Hughes (1999) dan Nybakken (1997) dalam Ardi (2002) menyatakan bahwa berdasarkan keberadaannya di dasar perairan, maka hewan makrobentos yang hidupnya merayap di permukaan dasar perairan disebut dengan epifauna, seperti Crustacea dan larva serangga, sedangkan hewan makrobentos yang hidup pada substrat lunak di dalam lumpur disebut dengan infauna, misalnya Bivalve dan Polychaeta.

Hewan makrobentos mempunyai peranan yang sangat penting dalam siklus nutrien di dasar sungai.  Di dalam ekosistem sungai, hewan makrobentos berperan sebagai salah satu mata rantai penghubung dalam aliran energi dan siklus dari alga planktonik sampai konsumen tingkat tinggi (Odum, 1971).

Hewan makrobentos membantu mempercepat proses dekomposisi materi organik.  Hewan makrobentos, terutama yang bersifat herbivor dan detritivor, dapat menghancurkan makrofit akuatik yang hidup maupun yang mati dan serasah yang masuk ke dalam perairan menjadi potongan-potongan yang lebih kecil, sehingga mempermudah mikroba untuk menguraikannya menjadi nutrien bagi produsen perairan. Berbagai jenis hewan makrobentos ada yang berperan sebagai konsumen primer dan ada pula yang berperan sebagai konsumen sekunder atau konsumen yang menempati tempat yang lebih tinggi (Pennak, 1978 dalam Ardi 2002). Crustacea, Isopoda, Decapoda, Oligochaeta, Mollusca, Nematoda dan Annelida mempunyai fungsi yang sangat penting di dalam komunitas perairan karena sebagian dari padanya menempati tingkatan trofik kedua ataupun ketiga sedangkan sebagian yang lain mempunyai peranan yang penting di dalam proses mineralisasi dan pendaurulangan bahan-bahan organik, baik yang berasal dari perairan maupun dari daratan (Gunawan, 2008).

About JavAurora

Aku bagai berjalan di atas air, beriak tapi tak berbekas

2 responses »

  1. terimakasih infonya sangat membantu, boleh minta daftar pustaka nya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s