Pada observasi awal yang saya lakukan sekitar bulan juni 2011 pada kali Brantas didapatkan fakta bahwa beberapa titik aliran kali Brantas di Kota dan Kabupaten Malang melewati daerah hunian penduduk, dari hasil wawancara dengan masyarakat yang hidup di daerah bantaran kali Brantas diketahui bahwa masyarakat menggunakan air dari kali Brantas untuk mandi, minum, mencuci, keperluan pertanian dan industri.

Dari aktivitas masyarakat diindikasikan adanya masukan bahan-bahan terlarut di sekitar DAS Brantas, tetapi bahan-bahan terlarut tersebut sampai pada batas-batas tertentu tidak akan menurunkan kualitas air kali. Namun demikian apabila beban masukan bahan-bahan terlarut tersebut melebihi kemampuan kali untuk membersihkan diri sendiri (self purification), maka timbul permasalahan yang serius yaitu pencemaran perairan, sehingga berpengaruh negatif terhadap kehidupan biota perairan dan kesehatan penduduk yang memanfaatkan air kali tersebut. Berkembangnya kegiatan penduduk di Daerah Pengaliran Kali (DPS) Brantas, seperti bertambahnya pemukiman penduduk, kegiatan industri rumah tangga, dan kegiatan pertanian, dapat berpengaruh terhadap kualitas airnya karena limbah yang dihasilkan dari kegiatan penduduk tersebut dibuang langsung ke kali. Perkembangan industri yang semakin cepat, dan intensifikasi air irigasi akan menyebabkan timbulnya berbagai permasalahan.

Kali Brantas yang membelah kota Malang, pencemarannya sudah mempengaruhi peruntukan kali. Dimana kali Brantas hanya digunakan sebagai sumber baku Perusahaan air Minum (PAM) dan termasuk badan air kelas B. Namun dari tahun ke tahun, kualitas air kali terus memburuk seiring dengan meningkatnya jumlah pencemaran, bahkan menurut Handayani dkk (2001) bagian hulu kali brantas mengalami pencemaran dengan status perairan kotor sedang dan status perairan kotor berat.

Kondisi air kali Brantas saat ini diindikasikan semakin menurun, disebabkan karena bertambahnya kepadatan penduduk yang tinggal di daerah aliran kali Brantas. Perkembangan industri yang pesat di daerah Malang yang memanfaatkan air dari kali Brantas serta membuang limbah industrinya ke kali turut memperparah tingkat pencemaran. Merujuk pada penelitian Handayani, dkk (2001) disebutkan bahwa sumber-sumber pencemaran air Kali Brantas antara lain berasal dari limbah industri, limbah domestik dan air buangan dari saluran irigasi dan drainasi. Pada DPS Brantas bagian hulu sumber pencemaran yang utama berasal dari limbah domestik (rumah tangga dan pertanian/alami). Masukan bahan organik ke dalam perairan mempunyai akibat yang sangat komplek, tidak hanya deoksigenasi dalam air, tetapi dapat terjadi penambahan padatan tersuspensi, bahan beracun seperti ammonia, sulfida atau sianida serta pengaruh terhadap komposisi dan kelimpahan komunitas biologi dalam hal ini adalah hewan makrobentos.

About JavAurora

Aku bagai berjalan di atas air, beriak tapi tak berbekas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s