Di alam diketahui ada jasad yang mempunyai genom berupa molekul DNA untai ganda (double-stranded), untai-tunggal (single-stranded), bahkan berupa molekul RNA. Jasad yang mempunyai genom berupa untai-tunggal adalah sekelompok virus tertentu, misalnya ФX174. Virus ФX174 adalah virus yang menginfeksi bakteri (sehingga disebut sebagai bakteriofag). Virus ini merupakan salah satu virus berukuran paling kecil (Gardner, 1991). Genomnya berupa molekul DNA untai-tunggal berbentuk lingkaran yang tersusun atas 5.386 nukleotida. Genom virus ini hanya mengkode 11 protein, tetapi mengandung gen-gen tumpang tindih (overlapping genes). Sebagai contoh, gen A* terdapat di dalam gen A, dan gen E terdapat di dalam gen D. Replikasi genom virus ini sangat tergantung pada sistem replikasi sel inangnya yaitu bakteri E.coli (Yuwono, 2005).

Bakteriofag ФX174 menginfeksi inang dalam hal ini adalah E.coli, virus dengan DNA rantai tunggal yang disebut sebagai untaian positif (+) diubah menjadi rantai ganda yang disebut RF (Reflication Form) dengan cara mensintesis untaian (-) yang komplemen. Untaian ganda ini bereplikasi beberapa kali untuk membentuk sekumpulan molekul RF anakan (untaian ganda) yang bereplikasi secara tidak simetris untuk menghasilkan sekelompok virus anakan untaian positif (+). Untaian virus anakan membentuk selubung protein untuk melengkapi siklus reproduksi. Pada akhir tahap kedua, sintesis DNA terjadi melalui mekanisme yang berbeda disebut  rolling circle replication. (Gardner, 1991).

Pada waktu virus ini menginfeksi E.coli, DNA-nya akan diinjeksikan ke dalam sel inang. Molekul DNA yang diinjeksikan tersebut disimbolkan dengan untaian positif (+). Untaian positif (+) inilah yang mengandung informasi genetik virus tersebut. Sekitar 20-30 menit setelah DNA virus diinjeksikan ke dalam sel inang, protein A* yang dikode di dalam genom virus disintesis di dalam sel E.coli. Protein A* tersebut akan menghambat sintesis DNA di dalam sel inang. Untaian positif (+) ini akan menjadi cetakan dalam proses replikasi DNA virus sehingga akan dihasilkan untaian komplemennya, yaitu untaian negatif (-). Untaian negatif (-) tersebut selanjutnya akan menjadi cetakan untuk menghasilkan untaian positif (+) (Yuwono, 2005).

Rolling circle replication dimulai ketika aktivitas spesifik enzim nuklease dari virus ФX174 itu protein membelah rantai positif dari rantai induk RF pada daerah ori dari reflikasi. Aktifitas enzim ini sangat spesifik dengan memotong kromosom hanya pada satu sisi pada daerah ori. Enzim tersebut membentuk ujung 3’OH dan 5’Phosfat pada sisi yang dipotong itu pada untai positif dan untai negatifnya tetap utuh. Ujung 5’ dari untai positif tersebut terbuka dan terlepas sementara untai negatifnya berputas disekitas daerah aksis (sehingga namanya disebut rolling circle) (Gardner, 1991).

Bukti-bukti terjadinya Rolling circle replication ditemukan pada (1) DNA virus untai tunggal seperti ФX174, (2) Replikasi behubungan dengan transfer kromosom selama fase “mating” (konjugasi) pada bakteri (Tamarin, 2001), dan (3) replikasi pada molekul DNA ekstra kromosom yang membawa gen-gen rRNA selama oogenesis pada ampibi.

About JavAurora

Aku bagai berjalan di atas air, beriak tapi tak berbekas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s