Darmawan, Ericka. 2011

Banyak persoalan yang dihadapi guru dalam pembelajaran di kelas misalnya sebagian besar siswa tidak mampu menghubungkan apa yang mereka pelajari dengan bagaimana pengetahuan tersebut akan dipergunakan atau dimanfaatkan. Siswa juga memiliki kesulitan untuk memahami konsep akademik karena mereka diajar dengan menggunakan sesuatu yang abstrak dengan metode ceramah. Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa pembelajaran selama ini masih belum kontekstual, salah satu fakta yang mendukung pernyataan di atas adalah menurunnya kualitas air sungai di Kota dan Kabupaten Malang karena buangan sampah organik dari pemukiman, industri dan intensifikasi pertanian (Darmawan, 2009).

Kondisi ini mengindikasikan sikap masyarakat terhadap ekosistem sungai masih rendah, idealnya penanggulangan pencemaran sungai dilakukan melalui teknologi, regulasi, dan pendidikan. Penanggulangan pencemaran sungai melalui pendidikan dilakukan dengan strategi yang dapat meningkatkan penguasaan konsep dan sikap terhadap ekosistem sungai. Menurut Aiken (1970) dalam Ramdhani (tanpa tahun) sikap adalah predisposisi atau kecenderungan yang dipelajari oleh seorang individu untuk merespon secara positif atau negatif dengan intensitas yang moderat atau yang memadai terhadap obyek, situasi, konsep atau orang lain.

Menurut Berg dalam Prayekti (2006) kualitas pengajaran selalu terkait dengan penggunaan strategi pembelajaran secara optimal, ini berarti bahwa untuk mencapai kualitas pengajaran yang tinggi setiap mata pelajaran harus diorganisasikan dengan strategi pengorganisasian yang tepat dan selanjutya disampaikan kepada siswa dengan strategi yang tepat pula. Salah satu strategi pembelajaran yang diyakini mampu adalah pembelajaran berbasis kontruktivis yang akan memberdayakan dan meningkatkan hasil belajar serta sikap siswa adalah Project Based Learning (PBL).

PBL merupakan sebuah pembelajaran inovatif yang menekankan belajar kontekstual melalui kegiatan-kegiatan yang kompleks. Fokus dari PBL terletak pada konsep-konsep dan prinsip-prinsip inti dari suatu disiplin studi, melibatkan pebelajar dalam investigasi pemecahan masalah dan kegiatan tugas-tugas bermakna yang lain, memberi kesempatan pebelajar bekerja secara otonom untuk mengkonstruk pengetahuan mereka sendiri, dan mengkulminasikannya dalam produk nyata (Nurhadi, 2003).

SMA Negeri 5 Malang tergabung dalam JKPKA (Jaring-jaring Komunikasi Pemantau Kualitas Air), yang secara berkala melakukan pemantauan kualitas air di Sungai Brantas. Kegiatan pemantauan kualitas air tersebut kurang efektif karena tidak terintegrasi dengan proses pembelajaran pada suatu materi pelajaran. Padahal kelancaran proses pembelajaran harus dilengkapi dengan perangkat pembelajaran seperti: silabus, RPP, buku siswa, alat evaluasi, dan buku panduan guru. Berdasarkan alasan tersebut maka dilakukan pembelajaran berbasis proyek pada mata pelajaran pendidikan lingkungan hidup untuk siswa kelas X1 di SMAN 5 Malang.

Pada tataran pelaksanaan digunakan sintaks Pembelajaran PBL secara umum memiliki pedoman langkah: Planning (perencanaan), Creating (mencipta atau implementasi), dan Processing (pengolahan), Mahanal (2008).

a. Planning

Pada tahapan ini kegiatan yang dilakukan adalah a) merancang seluruh proyek, kegiatan dalam langkah ini adalah: mempersiapkan proyek, secara lebih rinci mencakup: pemberian informasi tujuan pembelajaran, guru menyampaikan fenomena nyata sebagai sumber masalah, pemotivasian dalam memunculkan masalah dan pembuatan proposal, b) mengorganisir pekerjaan, kegiatan dalam langkah ini adalah: merencanakan proyek, secara lebih rinci mencakup: mengorganisir kerjasama, memilih topik, memilih informasi terkait proyek, membuat prediksi, dan membuat desain investigasi.

 

b. Creating

Dalam tahapan ini siswa mengembangkan gagasan-gagasan proyek, mengkombinasikan ide yang muncul dalam kelompok, dan membangun proyek. Tahapan kedua ini termasuk aktifitas pengembangan dan dokumentasi. Pada tahapan ini pula siswa menghasilkan suatu produk (artefak) yang nantinya akan dipresentasikan dalam kelas.

c. Processing

Tahapan ini meliputi presentasi proyek dan evaluasi. Pada presentasi proyek akan terjadi komunikasi secara aktual kreasi ataupun temuan dari investigasi kelompok, sedangkan pada tahapan evaluasi akan dilakukan refleksi terhadap hasil proyek, analisis dan evaluasi dari proses-proses belajar.

About JavAurora

Aku bagai berjalan di atas air, beriak tapi tak berbekas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s