Darmawan, Ericka. 2011

Kegiatan yang dilakukan selama proses identifikasi untuk diatom perifiton sebagai indikator ekologi adalah sebagai berikut: sampel yang didapat dikocok hingga homogen dan diambil sebanyak 10 ml untuk dicuci. Pencucian sampel berguna untuk membersihkan frustul diatom dari kotoran dan memisahkannya dari mikroalga lainnya. Pencucian diatom dilakukan dalam sebuah cawan yaitu dengan menambahkan beberapa butir kalium permanganate (KMnO4) hingga larutan berwarna merah muda keunguan. Setelah itu ditambahkan asam sulfat pekat (H2SO4) sampai larutan menjadi bening (Watanabe, 1986).

  1. Selanjutnya sampel disentrifuge dengan kecepatan 2.000 rpm selama 15 menit. Setelah itu, supernatan dibuang secara hati-hati agar endapan yang ada di dasar tabung disentrifugasi tidak terbuang. Selanjutnya ke dalam tabung yang berisi endapan diatom ditambahkan akuades dan diaduk dengan menggunakan batang pengaduk lalu disentrifugasi kembali. Pengerjaan ini dilakukan berulang kali sampai pH air di dalam tabung disentrifugasi tersebut menjadi netral.
  2. Endapan diatom dimasukkan ke dalam botol sampai batas volume semula (10 ml) dengan cara menambahkan akuades dan membubuhkan formalin 40% sebanyak 2 tetes.
  3. Endapan ini dikocok sampai homogen kemudian diambil dengan pipet tetes sebagai cuplikan. Cuplikan ini diteteskan pada hemositometer tipe improve neubaeur. Kamar hitung tipe improve neubauer mempunyai luas 9 mm² (3 mm x 3 mm) dengan kedalaman 0,1 mm. Dengan demikian volume pada kamar hitung hemositometer tersebut 0,9 mm³ (Paryatmo, 1986).
  4. Diatom perifiton yang ada dalam kamar hitung hemositometer tersebut kemudian diidentifikasi dan dihitung dengan metode pencacahan langsung (direct count method) menggunakan mikroskop cahaya ”Olymphus” dengan pembesaran 400 kali.
  5. Diatom perifiton diidentifikasi sampai spesies dengan menggunakan Heroshi dkk. (1973), Prowse (1962), Chung dan Watanabe (1984), Watanabe, (1977,1985), Watanabe dan Houky  (1988) sebagai pustaka acuan.
  6. Pada setiap cuplikan dilakukan perhitungan dua kali dan setiap stasiun ada dua cuplikan.
  7. Kerapatan spesies diatom perifiton dalam 1 cm² merupakan hasil konversi yaitu dari 0,9 mm³ ke ukuran 0,1 ml.
  8.  Angka kerapatan tiap spesies diatom perifiton dalam 1 cm² diperoleh dengan perhitungaan sebagai berikut:
  • n/p x 1000/90
  • n=jumlah individu spesies i
  • p=banyaknya perhitungan (4 kali)

About JavAurora

Aku bagai berjalan di atas air, beriak tapi tak berbekas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s