Image

Darmawan, Ericka (JavAurora). 2012.

“Berhentilah jangan salah gunakan, kehebatan ilmu pengetahuan untuk menghancurkan”

Begitu petikan lagu yang dibawakan iwan fals, dengan judul Sarjana Muda. Penggalan lagu ini sejalan dengan apa yang akan kita kupas pada tulisan ini tentang bagaimana seharusnya hubungan manusia dengan alam yang sebenar-benarnya dalam tataran terciptanya lingkungan lestari dan berpedoman pada pembangunan berwawasan lingkungan. Pembangunan yang berwawasan lingkungan adalah upaya sadar dan berencana menggunakan dan mengelola sumber daya secara bijaksana dalam pembangunan yang terencana dan berkesinambungan untuk meningkatkan mutu hidup. Terlaksananya pembangunan berwawasan lingkungan dan terkendalinya pemanfaatan sumber daya alam secara bijaksana merupakan tujuan utama pengelolaan lingkungan hidup.

Sejatinya lingkungan yang lestari bukanlah lingkungan yang untouchable¸ atau lingkungan yang sama sekali tak tersentuh dan dibiarkan atas semua berproses apa adanya. Juga bukan berarti semua umat manusia harus menghentikan pembangunan karena dapat berdampak negatif dan mengancam kelestarian lingkungan. Lingkungan yang lestari adalah lingkungan dimana manusia dapat memperoleh kebahagiaan jasmani dan rokhani, memiliki sumber daya alam yang cukup, proses ekologi yang esensial tetap terpelihara, lingkungan social budaya dan ekonomi yang sesuai, serta dapat melangsungkan pembangunan yang berwawasan lingkungan.

Keseimbangan lingkungan bukanlah sesuatu yang statis, melainkan yang dinamis dan memiliki daya lenting yang tinggi. Daya lenting merupakan lingkungan yang masih memiliki daya kekuatan untuk kembali ke dalam kondisinya walaupun umat manusia mengambil sumber daya alam untuk keperluan kesejahteraannya. Dalam kajian dimensi waktu, lingkungan akan senantiasa berubah dan menghasilkan suatu tatanan keseimbangan baru yang menjamin kelestarian lingkungan itu sendiri.

Kondisi kekinian menunjukkan bahwa pembangunan yang dilakukan masih dapat berdampak negative bagi lingkungan. Indicator dari adanya dampak negative itu adalah terjadinya pencemaran, kerusakan lingkungan, meningkatnya suhu bumi, anomaly cuaca dan fakta lain yang mencegangkan. Kini, yang harus diusahakan adalah mengurangi adanya negative impact tersebut hingga seminimal mungkin, agar tidak menjadi boomerang bagi umat manusia nantinya.

Hakekatnya, pembangunan adalah suatu proses pengubahan lingkungan, final proses yang ingin dicapai bukanlah pembangunan yang berorientasi pada kepentingan umat manusia pada era masa kini, melainkan kepentingan lingkungan, termasuk didalamnya kepentingan umat manusia  yang akan dating. Sehingga, pembangunan yang dilaksanakan hendaknya dalam rangka memperbesar manfaat lingkungan dan sekaligus mengurangi resiko lingkungan. Manusia tidak hanya minta untuk dilayani lingkungan, namun juga melayani lingkungan, agar lingkungan memiliki daya dukung yang berkesinambungan. Pembangunan yang dilakukan haruslah dapat menjamin tidak akan menimbulkan malapetaka sebagai dampak ketidakmampuan lingkungan dalam mendukung pembangunan berikutnya. Konsep inilah yang sebenarnya telah disebutkan pada bagian awal tulisan ini, yakni pembangunan berwawasan lingkungan.

About JavAurora

Aku bagai berjalan di atas air, beriak tapi tak berbekas

One response »

  1. […] source: https://erickbio.wordpress.com/2012/07/26/senandung-salam-lestari/ This entry was posted in Uncategorized by erickbio. Bookmark the permalink. […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s