Darmawan, Ericka. 2012

Pengamatan ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh cahaya terhadap arah tumbuh tanaman. Pada perlakuan pertama yang dilakukan di tempat terang atau terkena sinar matahari langsung, arah tumbuhnya tegak ke atas. Pada perlakuan kedua yang dilakukan di tempat yang mendapatkan sedikit cahaya dengan cara meletakkan tanaman di dalam karton yang diberi lubang untuk masuknya cahaya sebesar 2×2 cm, arah tumbuhnya membelok ke arah cahaya. Pada perlakuan ketiga yang dilakukan di tempat gelap dengan cara meletakkan tanaman di dalam karton yang ditutup rapat arah tumbuhnya tidak beraturan yang dimungkinkan karena akar tidak cukup kuat untuk menopang tanaman.

Arah perkecambahan menuju arah lubang cahaya menunjukkan adanya peristiwa fototropisme. Fototropisme adalah gerak tropisme yang disebabkan oleh rangsangan berupa cahaya matahari. Selain itu, fototropisme ini berkaitan erat dengan zat tumbuh yang terdapat pada ujung tumbuhan yang disebut auksin. Pada sisi batang yang terkena cahaya, zat tumbuh lebih sedikit daripada sisi batang yang tidak terkena cahaya. Akibatnya, sisi batang yang terkena cahaya mengalami pertumbuhan lebih lambat daripada sisi batang yang tidak terkena cahaya sehingga batang membelok ke arah cahaya karena auksin di bagian yang terkena sinar matahari mengalami penguraian sehingga pertumbuhan pada bagian tersebut terhambat. Sebaliknya, auksin pada sisi yang tidak terkena sinar tetap bekerja normal. Kecepatan pembelahan yang tidak sama antar kedua sisi tanaman tersebut menyebabkan tanaman membelok ke arah cahaya.

Pada percobaan Went diketahui bahwa apabila koleoptil disinari pada satu sisi, distribusi auksin yang asimetris akan terjadi, sehingga auksin akan terakumulasi pada sisi koleoptil yang gelap. Kadar auksin yang tinggi pada sisi yang gelap telah menyebabkan koleoptil membengkok ke arah cahaya. Diperkirakan distribusi auksin yang asimetrik, disebabkan oleh gabungan tiga mekanisme yang berbeda, yaitu:
a. Terjadinya perusakan auksin oleh cahaya (photodestruction) pada bagian koleoptil yang terkena cahaya.
b. Meningkatnya sintesis auksin pada bagian koleoptil yang gelap
c. Adanya angkutan auksin secara lateral dari bagian yang terkena cahaya menuju ke bagian yang gelap (Sasmitamihardja, 1990).

About JavAurora

Aku bagai berjalan di atas air, beriak tapi tak berbekas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s