Darmawan, Ericka. 2012

Bird Watching adalah sebuah kegiatan pengamatan terhadap burung-burung dengan mata telanjang, dibantu oleh alat pengamatan seperti teropong binokular atau dengan mendengar suara burung. Istilah Bird Watching pertama kali dipakai pada tahun 1901.

Mengapa kita mengamati burung? Berbagai jawaban bisa diberikan untuk menjawab pertanyaan tersebut. Ada yang tertarik karena warna bulunya, suaranya atau tingkah lakunya. Mereka selalu ada di sekitar kita, baik melalui suara maupun melihatnya secara langsung memang sulit untuk dihindari. Mengamati burung dapat menjadi hobi yang mengasyikan dan membawa kita (pengamat) untuk mengunjungi berbagai tempat yang indah dan juga alami. Meskipun sebenarnya kegiatan ini dapat juga dilakukan di sekitar rumah atau tempat tinggal kita. Pada ulasan ini akan disampaikan tentang kapan kita dapat memulai kegiatan pengamatan burung, perlengkapan apa saja yang diperlukan, tempat yang perlu dikunjungi untuk kegiatan ini, serta beberapa informasi pelengkap yang menunjang kegiatan pengamatan burung ini.

Kegiatan Bird watching memang masih tergolong baru dan terdengar asing di telinga kita. Namun, kegiatan ini selain memberi manfaat pro-lingkungan, nilai edukasi, juga memberikan manfaat ekonomi bagi yang mampu menggarapnya dengan tepat. Beberapa alasan tersebut  yang melandasi pemberian praktikum Bird Watching bagi siswa kami di SMAN 5 Malang. Bagi peminat umum kami persilahkan saudara yang membutuhkan penjelasan tentang pengenalan dan teknik awal Bird Watching untuk mengunduh file yang saya attach ini materi kegiatan bird wacthing (penulis: Malang Eyes Lapwing, Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang)

Ekowisata? yup. Kegiatan Bird Watching ini bisa juga  menjadi salah satu bentuk ekowisata yang menyajikan burung sebagai obyek utama. Adapun aktivitas yang biasa dilakukan dalam pengamatan burung adalah mengamati jenis burung dan tingkah lakunya.
Beberapa karakteristik birdwatching untuk dikembangkan menjadi salah satu ekowisata adalah :

  1. Relatif murah, karena kegiatan ini hanya memerlukan teropong atau buku panduan(field guide) untuk melakukannya.
  2. Dapat dilakukan dimana saja (pada berbagai tipe habitat).
  3. Dapat dilakukan oleh siapa saja (tua-muda, laki-laki-perempuan, segala tingkat pendidikan). Dengan demikian aktivitas ini memiliki sasaran konsumen yang luas.
  4. Meningkatkan wawasan akan lingkungan, yang selanjutnya diharapkan dapat membangun dan meningkatkan semangat konservasi.

About JavAurora

Aku bagai berjalan di atas air, beriak tapi tak berbekas

One response »

  1. […] SMAN 5 Malang tempat saya berbagi informasi dengan siswa merupakan sekolah yang berbudaya lingkungan, diantara sekian kegiatannya adalah Bird Watching yang merupakan sebuah kegiatan pengamatan terhadap burung-burung dengan mata telanjang, atau dibantu oleh alat pengamatan seperti teropong binokular, kamera atau dengan mendengar suara burung.  cek di Bird Watching. […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s